Kepada para penuduh yang membencinya, Stefanus yang adalah seorang Kristen pada masa awal mula terbentuknya gereja memberikan pledoi. Ia mengupas sejarah nenek moyang Israel. Mengapa? Karena para penuduhnya adalah orang-orang yang begitu getol dengan penghayatan pemberlakuan Taurat, tetapi lupa bahwa di dalam Taurat ada banyak contoh betapa Allah bertindak tegas terhadap penindasan. Stefanus mengatakan:

Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia, dan melepaskannya dari segala penindasan serta memberinya anugerah dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya. (Kisah Para Rasul 7:9-10)

Bagi Stefanus, kebencian yang ditujukan pada sesama saudara karena hati yang jahat, tidak pernah mampu menghentikan pemeliharaan Allah bagi orang-orang yang berlindung dan percaya pada pemeliharaan-Nya. Yusuf yang dibenci pada akhirnya menjadi Yusuf yang diperlengkapi Allah untuk menyelamatkan saudara-saudara yang membencinya.

Allah adalah Allah yang adil dan peduli pada kesengsaraan yang terjadi karena penindasan manusia atas manusia yang lain. Kepada Musa, jauh di kemudian hari sesudah kisah Yusuf, sewaktu orang Israel ditindas oleh orang Mesir, Allah berkata:

.. Sungguh Aku telah memperhatikan kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir. Aku telah mendengar teriakan mereka yang disebabkan oleh pengawas kerja paksa mereka. Sesungguhnya Aku mengetahui penderitaan mereka. (Keluaran 3:7)

Penindasan dapat hadir dalam berbagai wajah dewasa ini. Penindasan antar bangsa karena keserakahan ekonomi, penindasan atas nama supremasi gender, penindasan di ruang media sosial, penindasan atas nama agama, penindasan ekologis. Apapun bentuknya, setiap orang yang begitu kejinya menindas sesama ciptaan Allah mesti bersiap diri menghadapi ketegasan Allah.

Group of protesters holding signs with messages of faith, justice, and hope during a peaceful demonstration
Protesters peacefully march holding signs advocating faith, justice, and hope

Juga seiring dengan itu, setiap orang yang berseru kepada Allah dan mempercayakan roh dan jiwanya supaya tetap memiliki hikmat Allah dalam berlindung dan berjuang menghadapi penindasan akan menemukan titik balik yang Allah hadirkan sesuai rencana-Nya. Daud pernah memilih sikap iman yang demikian. Daud berkata:

Sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku, dan demi nama-Mu tuntunlah dan bimbinglah aku. Keluarkanlah aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. (Mazmur 31:4-5)

Terinspirasi dari Mazmur 31:1-5, 15-16; Keluaran 3:1-12; Kisah Para Rasul 7:1-16