Pimpinan Allah untuk semua bangsa

Terinspirasi dari Mazmur 27; Yesaya 4:2-6; Kisah Para Rasul 11:1-18

Salah satu kelebihan orang yang beriman adalah memiliki pengharapan. Perjalanan hidup adalah perjalanan yang dilakukan bersama Allah yang sedang menyelamatkan dunia ini dari kehancuran karena dosa. Demikian diimani Daud. Dalam salah satu Mazmur gubahannya Daud mengungkapkan:

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!

Mazmur 27:13 TB2-LAI

Begitu juga dengan orang-orang Israel yang harus mengalami didikan Allah yang tegas karena pengabaian mereka untuk melakukan keadilan. Mereka juga membangun hidupnya dalam pengharapan. Dalam rencana-Nya Allah merancangkan apa yang baik untuk umat-Nya. Ada saatnya Allah akan menyucikan dan membersihkan Yerusalem dari kejahatan. Orang-orang yang bertobat dan bertahan dalam didikan Allah yang menyelamatkan akan mengalami kebaikan Allah yang nyata melalui berkat keseharian yang menggembirakan. Yesaya mencatat berita pengharapan itu begini:

Pada hari itu, tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi indah dan mulia, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang Israel yang terluput.

Yesaya 4:2 TB2-LAI
Photo by Avel Chuklanov on Unsplash

Pengikut Kristus percaya bahwa penyelamatan Allah bukan hanya bagi Israel. Dalam kekuatan kuasa Roh-Nya yang kudus, Allah membuat orang-orang Israel melanjutkan karya anugerah yang sudah diterima melalui Yesus Kristus kepada seluruh bangsa di dunia ini.

Ajakan untuk meninggalkan kejahatan dosa dan berpaling kepada pimpinan Allah adalah untuk semua bangsa. Para Rasul dan orang-orang Kristen perdana di Yerusalem menyadari hal ini sewaktu mendengar kesaksian Petrus saat menyaksikan pertobatan Kornelius dan keluarganya. Lukas mencatat pernyataan para Rasul dan orang-orang Kristen perdana di Yerusalem itu demikian:

… “Jadi, kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

Kisah Para Rasul 11:18 TB2-LAI