Terinspirasi dari bacaan Alkitab: Mazmur 128; Yesaya 65:17-25; Roma 4:6-13

Takut untuk tidak mengecewakan orang yang dikasihi itu suci. Walau banyak pilihan, jalan yang paling baiklah yang dipilih dan ditempuh. Tidak akan sia-sia setiap upaya yang diawali niat yang baik. Sekecil apapun kebaikan akan dirasakan oleh orang sekitar.

Photo by Mantas Hesthaven on Unsplash

Allah mencintai kebaruan hidup. Sedari awal Dia menghendaki apa yang baik. Semua ciptaan-Nya dapat saling memberikan manfaat dalam kerjasama yang tulus dan asri. Semua unik dan dapat memberi kontribusi yang membawa pada kehidupan. Pernah melalui Yesaya Allah menyatakan simbolisasi puitis tentang kuasa-Nya yang membuat baik semesta alam:

Serigala dan anak domba akan makan rumput bersama-sama, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang berbuat jahat atau berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus,” firman TUHAN.

Yesaya 65:25, TB2-LAI

Pembaruan Allah terus terjadi sampai sekarang. Setiap orang yang percaya pada kuasa pembaruan hidup yang disediakan-Nya beroleh kesempatan baru. Memulai kembali dengan pengarapan baru, semangat yang suci dan kolaborasi yang tulus.