Terinspirasi dari bacaan Alkitab: Mazmur 128; Yesaya 65:17-25; Roma 4:6-13
Takut untuk tidak mengecewakan orang yang dikasihi itu suci. Walau banyak pilihan, jalan yang paling baiklah yang dipilih dan ditempuh. Tidak akan sia-sia setiap upaya yang diawali niat yang baik. Sekecil apapun kebaikan akan dirasakan oleh orang sekitar.
Allah mencintai kebaruan hidup. Sedari awal Dia menghendaki apa yang baik. Semua ciptaan-Nya dapat saling memberikan manfaat dalam kerjasama yang tulus dan asri. Semua unik dan dapat memberi kontribusi yang membawa pada kehidupan. Pernah melalui Yesaya Allah menyatakan simbolisasi puitis tentang kuasa-Nya yang membuat baik semesta alam:
Serigala dan anak domba akan makan rumput bersama-sama, singa akan makan jerami seperti lembu dan ular akan hidup dari debu. Tidak ada yang berbuat jahat atau berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus,” firman TUHAN.
Yesaya 65:25, TB2-LAI
Pembaruan Allah terus terjadi sampai sekarang. Setiap orang yang percaya pada kuasa pembaruan hidup yang disediakan-Nya beroleh kesempatan baru. Memulai kembali dengan pengarapan baru, semangat yang suci dan kolaborasi yang tulus.
