Siapakah seperti TUHAN

Terinspirasi dari bacaan Alkitab: Mazmur 121; Mikha 7:18-20; Roma 3:21-31

“Mikha” artinya kurang lebih “Siapakah seperti TUHAN”. Dia adalah seorang Nabi bagi Israel. Kritiknya kepada para pemimpin Samaria dan Yerusalem pada zamannya tegas. Mikha mengulangi apa yang disampaikan Amos dan Hosea. Nabi ini muak dengan ketidakseriusan hidup spiritual umat dan perlakuan tidak adil pada orang miskin.

Maka Allah akan mendidik umat-Nya dengan tegas. Seperti orang tua yang tidak menghendaki anak-anaknya tinggal dalam hidup yang jahat dan tidak adil, Allah membuat umat-Nya belajar dari pengalaman terjajah oleh bangsa lain. Tetapi didikan-Nya bukan tanpa akhir. Sewaktu umat-Nya sadar akan kesalahan yang dilakukan, maka proses belajar “selesai”.

Selalu ada jalan bagi Allah untuk menunjukkan apa yang benar, baik dan indah bagi hidup manusia. Oleh sebab itu Mikha berkata:

Siapakah seperti Engkau Allah yang mengampuni dosa, yang memaafkan pelanggaran sisa umat milik-Nya sendiri, dan tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan menunjukkan kasih setia?

Mikha 7:18, TB2-LAI

Allah bukan saja menggunakan pengalaman berat terjajah bangsa lain supaya umat-Nya sadar dan terlahir kembali dalam hidup yang baru. Melalui Yesus Kristus, Ia telah memberikan kasih-Nya gratis, tanpa syarat. Rasul Paulus berkata:

karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh anugerah-Nya telah dibenarkan dengan cuma-cuma melalui penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian melalui iman, dalam darah-Nya…

Roma 3:23-25, TB2-LAI