Yang lemah dari Allah

Terinspirasi dari Mazmur 29, Pengkhotbah 1:1-11, 1 Korintus 1:18-31 Bagi Pemazmur, angin yang bertiup kencang di tengah tatanan alam raya bukan sekadar angin. Dalam kedahsyatan angin, Pemazmur mengingat betapa berkuasanya Sang Pencipta alam semesta. Maka semua daya upaya manusia tunduk pada kenyataan kepemimpinan TUHAN sebagai Raja. Pemazmur berharap, kuasa TUHAN yang sedemikian pun sanggup dialami…Lainnya

Dia tahu kelemahan kita

Mengakui kelemahan itu berbeda dengan minder. Yang satu sifatnya membangun, yang satu sifatnya merusak. Mengakui bahwa dalam beberapa segi kita memang cenderung buruk bahkan dapat menjadi begitu jahat, adalah langkah awal yang sehat untuk menerima pemulihan yang diberikan Allah. Tidak ada yang tidak dapat dilihat Allah. Dia memahami betapa lemahnya kita. Tetapi Allah tidak hanya…Lainnya

Mengaku lemah itu tidak jelek

Mengakui kelemahan itu tidak jelek. Dalam kehidupan spiritual, mengakui kelemahan kepada Allah, justru adalah sebuah nilai berharga. Ini menandakan bahwa kita mengakui kekuatan Allah itu jauh lebih besar ketimbang diri kita. Allah itu kekal, kita hanya sementara saja sifatnya. Allah itu perkasa dan kita acap kali rentan mengalami kerapuhan. Doa yang benar tidak pernah berjiwa…Lainnya

Jangan sampai jatuh

Pohon semakin tinggi, semakin mendapat terpaan angin yang kencang. Apapun di dalam dunia ini, yang teguh, kokoh, kuat, pasti menghadapi tantangan yang akan menguji daya kekuatannya. Rasanya ini juga dapat terjadi dalam diri kita. Apa yang kita anggap kekuatan dalam diri kita dapat saja menjadi pintu masuk bagi kelemahan kita. Seseorang yang merasa mahir melakukan…Lainnya

Mengakui kelemahan diri, itu kekuatan.

Penulis kitab suci banyak menggunakan bahasa puitis untuk menggambarkan ungkapkan iman mereka akan pemeliharaan Allah. Daud misalnya, dalam banyak Mazmur gubahannya, menggambarkan Allah seperti gembala, seperti raja yang menyambut tamu terhormat dan banyak lagi yang lainnya.  Dalam Mazmur 36:8, Daud menggambarkan Allah seperti induk unggas yang melindungi anak-anaknya di bawah naungan sayapnya. Rasanya bagi Daud…Lainnya