-
Peperangan rohani
Pernah dengar istilah peperangan rohani? Peperangan yang bukan jasmani. Peperangan yang dimulai dari dalam pikiran dan hati untuk mengambil satu pilihan dari beragam pilihan. Orang kadang menyebutnya sebagai peperangan batin. Namun peperangan rohani bukan sekadar peperangan batin, karena melibatkan juga unsur rohani. Ada peran ilahi dan nilai-nilai suci yang ikut membentuk bagaimana pikiran itu berpikir… — baca selengkapnya
-
Penghiburan dan peringatan
Terinspirasi dari Pengkhotbah 3:1-15; 1 Korintus 2:11-16 Menyadari bahwa Allah menentukan segala sesuatu sesuai dengan waktu yang ditentukan-Nya, merupakan penghiburan sekaligus peringatan. Menjadi penghiburan, sebab peristiwa-peristiwa hidup yang membuat sedih tetap diberi makna yang sehat dalam terang pemeliharaan hikmat Allah. Menjadi peringatan, sebab peristiwa-peristiwa hidup yang membuat gembira dan segala karya pencapaian besar yang mengagumkan… — baca selengkapnya
-
Mengejar angin
Terinspirasi dari Mazmur 29; Pengkhotbah 2:1-11; 1 Korintus 2:1-10 Ada yang lebih besar ketimbang kesenangan dan kebanggaan diri. Sebagai seorang yang menganggap dirinya lebih besar dari siapa pun yang pernah tinggal di Yerusalem, bahkan dengan hikmat yang unggul, Sang Pemikir dalam kitab Pengkhotbah mencermati bahwa apa yang sudah diraihnya dalam hidup pada akhirnya seperti “mengejar… — baca selengkapnya
-
Yang lemah dari Allah
Terinspirasi dari Mazmur 29, Pengkhotbah 1:1-11, 1 Korintus 1:18-31 Bagi Pemazmur, angin yang bertiup kencang di tengah tatanan alam raya bukan sekadar angin. Dalam kedahsyatan angin, Pemazmur mengingat betapa berkuasanya Sang Pencipta alam semesta. Maka semua daya upaya manusia tunduk pada kenyataan kepemimpinan TUHAN sebagai Raja. Pemazmur berharap, kuasa TUHAN yang sedemikian pun sanggup dialami… — baca selengkapnya
-
Berani bertanya, cerdas menjawab
Terinspirasi dari 1 Samuel 2:18-20, 26; Mazmur 148; Kolose 3:12-17; Lukas 2:41-52 Hana, ibunda dari Samuel kecil yang kelak menjadi Imam sekaligus Nabi yang mengawali masa kerajaan Israel, adalah ibu yang mengasihi Allah dan bijaksana mendidik anaknya. Penulis kitab Samuel mengisahkan: Tahun demi tahun ibunya membuatkan dia jubah kecil dan membawa jubah itu untuknya, ketika… — baca selengkapnya
-
Meneruskan Pekerjaan Baik Allah
Terinspirasi dari Maleakhi 3:1-4; Lukas 1:68-79; Filipi 1:3-11; Lukas 3:1-6 Melalui nabi Maleakhi, nabi terakhir dalam Perjanjian Lama, Allah berfirman: Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku agar ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Tiba-tiba Tuhan yang kamu cari itu akan datang ke bait-Nya! Utusan perjanjian yang kamu inginkan itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN Semesta Alam. (Mal. 3:1)… — baca selengkapnya
-
Dunia butuh orang baik
Terinspirasi dari Lukas 1:68-79; Maleakhi 3:13-18; Filipi 1:18b-26 Apa gunanya memelihara kebaikan, jika orang yang jahat saja beruntung. Apa gunanya bertobat jika orang yang tidak mempedulikan spiritualitas berbahagia. Pertanyaan ini disinggung dalam Maleakhi 3:13-15. Lalu bagaimana respons TUHAN Semesta Alam? Maleakhi mencatat: Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku pada hari Aku bertindak, firman TUHAN Semesta Alam.… — baca selengkapnya
-
Keajaiban kehidupan
Terinspirasi dari Mazmur 90, Bilangan 17:1-11, 2 Petrus 3:1-18 Musa, abdi Allah itu, sangat realistis mengakui kefanaan manusia. Dalam salah satu doanya dia berkata kepada TUHAN: Engkau menghanyutkan manusia dalam tidurnya, di pagi hari mereka seperti rumput yang akan binasa, di waktu pagi bersemi dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. (Mazmur 90:5-6) Namun,… — baca selengkapnya
-
Sedia payung sebelum hujan
Terinspirasi dari Yeremia 33:14-16, Mazmur 25:1-10, 1 Tesalonika 3:9-13, Lukas 21:25-36 Rasa takut adalah emosi dasar pemberian Allah. Gunanya memicu mekanisme pertahanan diri. Namun, ketakutan yang berlebihan atau yang tidak terkendali berbahaya. Gangguan psikosomatik, buruk dalam mengambil keputusan serta menurunnya kualitas relasi sosial adalah akibat dari ketakutan yang tidak proporsional. Dikisahkan, Israel utara telah hancur.… — baca selengkapnya