Bersalah tetapi tidak binasa

Bersalah itu dosa. Tetapi bersalah belum tentu binasa. Biasanya yang bersalah dan binasa itu adalah orang-orang yang tidak mau mengakui kesalahannya. Sebab tidak akan pernah ada orang yang dapat melawan kebenaran. Apalagi kebenaran yang Allah tegaskan. Namun, orang-orang yang menyadari kesalahannya lantas sudi, tulus, tunduk pada kebenaran yang mendatangkan hidup, selamat dari kebinasaan. Nabi Yesaya,…Lainnya

Perbaikan dunia & orang-orang bebal

Sang Pencipta semesta, tidak mungkin menghancurkan ciptaan-Nya sendiri. Sepanjang Kitab Suci banyak kali mengisahkan bahwa Dia hendak memperbaiki tatanan ciptaan yang rusak karena pilihan bodoh manusia yang berdosa. Perbaikan semesta itu tidak dikerjakan-Nya sendirian. Dia berkenan mengikat janji dengan manusia yang mau menerima ajakan-Nya untuk berbenah diri sekaligus ikut serta memperbaiki tatanan yang rusak itu.…Lainnya

Kasih untuk mengikat janji

Relasi dalam perkawinan dipandang oleh Kitab Suci sebagai relasi yang dijalin karena karunia ilahi. Dua orang yang saling mengikat janji mendapatkan karunia dalam saling memberi kebaikan satu sama lain karena cinta yang sanggup berkorban. Kebahagiaan adalah keniscayaan jika satu sama lain tidak lagi hidup demi dirinya sendiri saja. Banyak contoh dalam Kitab Suci yang menggambarkan…Lainnya

Serius

Allah adalah kasih. Dia amat baik. Ini yang diimani setiap orang yang percaya kepada-Nya. Namun acap kali sikap yang amat baik dan bersahabat dari Allah itu dipandang remeh. Allah yang serba maha itu kadang ditempatkan di bawah. Keinginan dan kehendak diri sendiri menyabotase kebaikan Allah dengan menunjukkan sikap tidak serius dalam menerima anugerah-Nya. Melalui Yesaya,…Lainnya

Kedekatan-Nya dengan yang sederhana

Tidak apa-apa menjadi polos dan naif seperti anak-anak. Kadang hanya dengan posisi seperti itu saja kita dapat menyimak dan menjumpai apa-apa yang sebelumnya tidak kita perhatikan. Sebab bukankah kadang karena pemikiran kita yang begitu ruwet dan berlebih-lebihan acap kali kita kehilangan keindahan yang nyata-nyata terpampang jelas di hadapan kita? Melalui karya Yesus Kristus, kita mengenal…Lainnya

Dia yang tegas namun lembut

Mengambil sikap tegas maupun sikap lunak dalam hidup butuh kebijaksanaan. Kepada siapa dan terhadap apa kita tunjukkan, bagaimana bentuknya dan berapa lama waktunya. Kecermatan dalam melakukan pilihan ini, berbuahkan pada pembaruan kualitas hidup. Sebaliknya, kecerobohan dalam memilih, cenderung menghasilkan penyesalan dalam hidup pada akhirnya. Karena keadilan-Nya yang membangun hidup, Allah menghukum jika umat-Nya mengambil pilihan…Lainnya

Tinggikanlah Tuhan

Pasti ada yang kita hormati dan dengarkan serta memberikan pengaruh begitu besar bagi hidup kita. Mereka-mereka yang dengan kesadaran penuh kita tempatkan dalam posisi yang lebih tinggi dari kita. Dalam sikap mempercayakan diri pada mereka atau orang itu, pengaruh-pengaruh yang mereka atau dia berikan ikut membentuk pola pikir, perasaan dan tindakan hidup kita. Baik dalam…Lainnya

Koreksi itu suci

Koreksi itu bagian dari belajar. Tanpa koreksi kita tetap pada kekeliruan dan kesalahan yang menyusahkan hidup. Memang tidak semua orang mudah menerima koreksi. Tetapi upaya koreksi tidak boleh berhenti dilakukan. Tentu upaya koreksi itu harus dilakukan dengan kasih sayang. Sebab pasca koreksi, setiap orang butuh pendamping yang sabar supaya pilihan sikap baru yang dijalankannya, menjelma…Lainnya

Pengharapan adalah kekuatan yang besar

Mazmur 38:16 Dunia tidak selebar daun kelor. Diri kita yang kompleks ini, tidak sesempit apa yang sanggup kita pikirkan dan rasakan saja. Salah satu kelebihan kita sebagai pribadi yang utuh adalah kemampuan untuk menganalisa, membatin dan merencanakan. Keadaan yang rumit dalam hidup dapat saja menjadi sarana bagi kita untuk semakin cakap mengelola apa yang menjadi…Lainnya

Keinginan dan keluhan diketahui-Nya

Dalam permasalahan relasi, pasti ada yang kita inginkan dan keluhkan. Ada sesuatu yang membuat kita tidak nyaman dan puas. Ada sesuatu yang semestinya terjadi tetapi tidak terjadi seperti yang kita inginkan. Situasi itu memicu keluhan dan rasa tidak puas kita. Tanpa intervensi yang suci, kita dapat hilang pengharapan. Masalah relasi yang kita hadapi dapat berakhir…Lainnya