Allah adalah kasih. Demi kebaikan dunia ini Dia memberitahukan perintah kasih-Nya kepada yang percaya dan mengasihi-Nya. Orang yang mengasihi-Nya pasti sadar hal ini. Pengagungan-Nya dengan berbagai ekpsresi iman mewujud tanpa terpaksa.
Allah mengasihi orang yang melanjutkan kasih-Nya. Bahkan melindunginya dari kejahatan. Keadilan, kebenaran dan kasih-Nya tidak mungkin dikalahkan oleh kejahatan. Jika dikalahkan, maka Allah menjadi tidak berkuasa. Inilah yang diimani oleh orang yang berjuang melanjutkan kasih-Nya.

Tidak mudah melanjutkan kasih di tengah-tengah orang yang senang hidup dengan kejahatan. Penghiburan bagi orang yang memperjuangkan kasih ialah bahwa kejahatan tidak akan pernah menang melawan kasih. Seiring dengan itu ada peringatan juga. Bahwa setiap orang yang berjuang melanjutkan kasih, jangan sampai kalah dengan kejahatan.
Rasul Paulus, yang mengalami bagaimana sulitnya memperjuangkan kasih pernah menasihatkan demikian:
Sebab itu, siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1 Korintus 10:12)
Terinspirasi dari Mazmur 105:1-15, 42; Bilangan 14:10b-24; 1 Korintus 10:1-13
