Sang Pencipta semesta, tidak mungkin menghancurkan ciptaan-Nya sendiri. Sepanjang Kitab Suci banyak kali mengisahkan bahwa Dia hendak memperbaiki tatanan ciptaan yang rusak karena pilihan bodoh manusia yang berdosa.
Perbaikan semesta itu tidak dikerjakan-Nya sendirian. Dia berkenan mengikat janji dengan manusia yang mau menerima ajakan-Nya untuk berbenah diri sekaligus ikut serta memperbaiki tatanan yang rusak itu. Mungkin inilah yang menyebabkan Dia sangat serius dengan ketidaksetiaan manusia yang bebal dan enggan mengikuti cara kasih-Nya dalam memperbaiki dunia.
Kapan perbaikan dunia itu selesai? Mungkin pada saat setiap manusia dengan gembira dan tulus ikut serta dalam gerakan pembaruan-Nya. Mungkin pada saat manusia tidak lagi menghalangi upaya-upaya sesamanya yang sedang memperjuangkan kebaikan bagi sesama ciptaan. Mungkin saat relasi dengan-Nya betul-betul terjadi karena pengorbanan cinta yang berujung pada kesatuan harmonis yang jamak.

Kepada orang-orang yang terlalu bebal dan enggan untuk menyadari betapa giatnya Allah telah dan tengah memperbaiki tatanan dunia melalui Kristus, penginjil Lukas mencatatkan peringatan tegas Yesus demikian:
Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, Ia mencerai-beraikan.
(Lukas 11:23)
Terinspirasi dari Mazmur 36:5-10; Yeremia 4:1-4; Lukas 11:14-23
