Awas gelap mata

Ada istilah helicopter view. Sudut pandang seperti sedang naik helikopter. Sudut pandang yang lebih luas. Jika sudut pandang sempit hanya memperhatikan pohon, maka dalam sudut pandang helikopter, akan dilihat pohon-pohon, lekuk-lekuk tanah, jalan-jalan setapak dan detil lainnya.

Sudut pandang sempit dan sudut pandang luas sama-sama berguna pada waktu dan situasi yang membutuhkan penggunaannya masing-masing dalam keseharian hidup.

Suatu waktu Musa diperhadapkan dengan peninjauan ulang satu ketetapan hukum. Anak-anak perempuan Zelafehad memohon tanah pusaka. Padahal ketetapan mengatakan bahwa tanah pusaka diberikan kepada anak laki-laki saja. Musa tidak gelap mata dalam memutus perkara ini. Dengan pertolongan hikmat dari TUHAN, akhirnya ada ketetapan baru yang mengabulkan permohonan anak-anak Zelafehad. Musa dan TUHAN ternyata tidak menggunakan sudut pandang sempit dalam memutus suatu perkara bagi keutuhan dan keadilan komunitas. 

Penginjil Lukas mencatat bahwa Yesus mengajarkan kepada para pengikut-Nya untuk memiliki sudut pandang yang terang dan utuh dalam kehidupan. Mata adalah penerangan bagi seluruh badan. Kalau mata jernih, badan menjadi terang benderang. Tetapi kalau mata kabur, dalam pengertian sudut pandang yang sempit dan kerdil, maka seluruh badan menjadi gelap gulita. Kata Yesus:

Karena itu, perhatikanlah supaya terang yang ada padamu bukanlah kegelapan.

Lukas 11:35

Terinspirasi dari Mazmur 106:1-12; Bilangan 27:1-11; Lukas 11:33-36