Hidup beriman tidak lepas dari pergumulan dan perjuangan. Bergumul untuk memilih apa yang dipikirkan, dirasakan dan apa yang akan jadi tindakan selanjutnya dalam hidup. Selain bergumul, juga berjuang menyimak apa yang dinasihatkan Kristus dan mengikuti jejak keteladanan hidup-Nya.

Dalam kitab Hakim-hakim dikisahkan bahwa Debora dan Barak berhasil memimpin perjuangan untuk mempertahankan diri dan menjaga keamanan wilayah komunitas mereka. Dalam perjuangan itu tidak semua mengambil tindakan yang seragam. Ada yang memilih dengan cara tertentu di wilayah tertentu dengan gaya tertentu. Apapun yang dipilih, semangat mereka tetap sama, berjuang dengan iman kepada TUHAN yang membimbing.
Beruntungnya, pergumulan dan perjuangan dalam beriman tidak dijalankan sendirian. Pengikut Kristus misalnya, mengimani diri menjadi anak-anak Allah karena karya Kristus. Allah menjadi Bapa yang dapat disapa, dimohonkan pertolongan dan dikenali kehendak-Nya yang memberi selamat. Sebagai anak-anak Allah, ada karunia pengertian untuk terus kembali kepada kasih karunia Allah. Bahkan saat jatuh ke dalam dosa sekalipun. Ada kesempatan untuk bangkit kembali, datang kembali kepada Allah. Cuma satu yang menjadi pantangan, yaitu menjauhi dan meninggalkan Allah. Maka penulis surat 1 Yohanes mengingatkan:
Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
(1 Yohanes 5:21)
Terinspirasi dari Mazmur 106:1-12, Hakim-hakim 5:12-21, 1 Yohanes 5:13-21
