Pernah dengar istilah peperangan rohani? Peperangan yang bukan jasmani. Peperangan yang dimulai dari dalam pikiran dan hati untuk mengambil satu pilihan dari beragam pilihan. Orang kadang menyebutnya sebagai peperangan batin.
Namun peperangan rohani bukan sekadar peperangan batin, karena melibatkan juga unsur rohani. Ada peran ilahi dan nilai-nilai suci yang ikut membentuk bagaimana pikiran itu berpikir dan hati itu merasa, sebelum mengambil tindakan-tindakan tertentu.

Debora adalah salah satu “hakim” atau katakanlah pemimpin lokal Israel sewaktu komunitas umat Israel belum menjadi kerajaan. Dikisahkan bahwa Debora memiliki intuisi yang kuat dan mampu mendengarkan suara TUHAN. Banyak orang Israel meminta nasihat kepadanya. Debora adalah salah seorang perempuan yang berpengaruh besar dalam sejarah umat Israel.
Kemenangan Israel memperjuangkan keamanan wilayah mereka terjadi karena Debora bukan saja memiliki strategi teknis. Intuisi batin secara rohani untuk mendengar dan melakukan perintah ilahi dari TUHAN, serta mempraktekkan dengan segera dalam dinamika hidup yang dialami menjadi langkah iman yang berdampak besar.
Kepada Gereja Efesus pernah dinasihatkan supaya mereka melatih diri dalam intuisi dan kepekaan rohani dalam menyadari peran Roh Allah di dalam diri. Tipu muslihat Iblis dalam bentuk nilai-nilai yang merusak kehidupan dan kebaikan, dapat dilawan dengan mengenakan “perlengkapan senjata Allah”.
Hati yang setia kepada Allah, ketulusan, kerelaan memberitakan Kabar Baik, iman kepada Tuhan, keselamatan dari Allah, perkataan Allah, adalah sekian dari banyak nilai-nilai suci yang berkuasa baik sebagai perlindungan maupun “senjata” untuk mengalahkan kejahatan dan menebar kebaikan.
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
(Efesus 6:10)
Terinspirasi dari Mazmur 106:1-12; Hakim-hakim 4:1-16; Efesus 6:10-17
