Terinspirasi dari Lukas 1:68-79; Maleakhi 3:13-18; Filipi 1:18b-26
Apa gunanya memelihara kebaikan, jika orang yang jahat saja beruntung. Apa gunanya bertobat jika orang yang tidak mempedulikan spiritualitas berbahagia. Pertanyaan ini disinggung dalam Maleakhi 3:13-15. Lalu bagaimana respons TUHAN Semesta Alam? Maleakhi mencatat:
Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku pada hari Aku bertindak, firman TUHAN Semesta Alam. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Maka kamu akan kembali melihat perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. (Mal. 3:17-18)
Dunia membutuhkan nilai-nilai yang baik. Dunia membutuhkan orang-orang yang menghidupi nilai-nilai yang baik.

Zakharia, ayah dari Yohanes yang dikenal sebagai Yohanes Pembaptis, tentu sangat berbahagia. Sebab apa yang menjadi doa dan harapan bagi puteranya yang sejak lama dinanti, adalah supaya si anak menghidupi nilai-nilai yang baik. Bukan menjadi anak yang “membeo” mengikuti nilai-nilai buruk kehidupan. Dalam bagian nubuatnya Zakharia berkata:
Oleh rahmat dan belas kasihan Allah kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi akan melawat kita, untuk menyinari mereka yang tinggal dalam kegelapan dan dalam naungan maut, untuk mengarahkan kaki kita ke jalan damai sejahtera. (Luk. 1:78-79)
Orang yang dekat Allah, tidak mungkin mementingkan diri sendiri. Sebab, Allah adalah Allah yang penuh rahmat dan belas kasihan.
Paulus, telah mengenali dan mengalami rahmat dan belas kasihan Allah melalui Kristus. Ada saatnya nanti Paulus akan bertemu Kristus. Tetapi sementara menantikan perjumpaan itu, di dunia ini, selagi hayat dikandung badan, Paulus memutuskan untuk menjadi orang baik. Orang yang meneladankan apa artinya ada di jalan damai sejahtera karena Kristus. Paulus berkata:
… Aku ingin pergi dan tinggal bersama Kristus; hal itu memang jauh lebih baik. Namun, lebih perlu tinggal di dunia ini karena kamu. Dengan yakin aku tahu tentang hal ini: Aku akan tinggal dan akan bersama lagi dengan kamu sekalian supaya kamu makin maju dan bersukacita dalam iman, (Flp. 1:23-24)
Perenungan:
- Apa aku pernah kecewa menjadi orang baik? Mengapa?
- Apakah aku telah menemukan jalan damai sejahtera di dunia ini?
- Apa yang akan aku lakukan sebelum aku bertemu dengan Kristus?
