Beriman tidak sulit bagi yang rendah hati

Terinspirasi dari Mazmur 126; Habakuk 2:1-5; Filipi 3:7-11

Hidup beriman tidak pernah lepas dari ungkapan syukur. Pemazmur mengimani bahwa TUHAN adalah Allah yang bertindak dalam kenyataan hidup yang ia dan bangsanya alami. Setiap pengalaman pemulihan dari TUHAN patut disyukuri dengan hati yang penuh sukacita. Pemazmur berkata:

TUHAN telah melakukan perbuatan besar kepada kita, maka kita bersukacita.

Mazmur 126:3 TB2-LAI

Orang yang beriman akan terus belajar menjadi rendah hati seumur hidupnya. Setiap tindakan tinggi hati hanya akan berakhir pada kejahatan dosa dan tidak akan ada yang dapat menang melawan kuasa TUHAN. Melalui Mikha, TUHAN pernah bersabda:

Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada tidak lurus hatinya, tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya.

Mikha 2:4 TB2-LAI
Photo by Ben White on Unsplash

Apa yang menggugah bagi Paulus tentang karya Yesus Kristus? Apa yang kemudian menjadi tekadnya terkait kenyataan perubahan yang dihadirkan Kristus itu? Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus menuliskan:

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya serta persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.

Filipi 3:10-11 TB2-LAI