Terinspirasi dari Mazmur 27; Maleakhi 2:10-3:1; Lukas 1:5-17
Pada akhir Mazmurnya yang menggambarkan perlindungan dan pemeliharaan Allah, Daud berkata:
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Nantikanlah TUHAN!
Mazmur 27:14 TB2-LAI
Peringatan dari Daud ini penting sebab adakalanya tidak semua orang mampu dengan setia dan tekun menempuh proses perubahan yang membangun dalam hidupnya.
Terkadang begitu mudahnya proses menuju kebaikan hidup terhenti karena pengabaian untuk berjalan dalam kehendak kasih Allah. Maleakhi pernah mempertanyakan kesetiaan umat dalam proses iman yang mereka tunjukkan dalam hidup. Maleakhi mencatat:
Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah kita diciptakan oleh satu Allah? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain sehingga menajiskan perjanjian nenek moyang kita?
Maleakhi 2:10 TB2-LAI

Tetapi Allah setia dengan kasih-Nya. Dia selalu menghadirkan orang-orang yang berperan sebagai jembatan-jembatan pemulihan hidup supaya orang berbalik kepada kehendak kasih Allah.
Yohanes pembaptis adalah salah satunya. Kepada ayahnya, Imam Zakharia, seorang malaikat Tuhan mengungkapkan tentang karya Yohanes pembaptis demikian:
… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati para bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar. Dengan demikian ia mempersiapkan suatu umat yang siap sedia bagi Tuhan.”
Lukas 1:17 TB2-LAI
