Bukan sekadar status

Terinspirasi dari Mazmur 27; Yesaya 26:7-15; Kisah Para Rasul 2:37-42

Acap kali memilih digambarkan sebagai tindakan menempuh sebuah jalan. Ada banyak jalan yang dapat ditempuh oleh setiap insan. Namun pilihan menempuh sebuah jalan tidak akan mudah kala perseteruan dengan diri sendiri dan orang lain menghampiri hidup. Daud pernah mengalami hal itu. Namun baginya, TUHAN berkuasa menuntunnya pada pilihan yang bijak. Daud berkata:

Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata menghadapi seteruku.

Mazmur 27:11 TB2-LAI

Jika TUHAN digambarkan sebagai Yang Berperan Besar dalam menentukan putusan terhadap perkara perseteruan umat manusia, maka pilihan yang diambil TUHAN adalah supaya penduduk dunia belajar apa yang benar. Demikian disinggung dalam salah satu lirik “nyanyian di tanah Yehuda” yang disampaikan oleh Yesaya:

Jiwaku merindukan Engkau pada waktu malam, ya, pada waktu pagi batinku sudah mencari Engkau; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, penduduk dunia akan belajar apa yang benar. Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri tempat hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN.

Yesaya 26:9-10 TB2-LAI

Bertobat bagi pengikut Kristus bukan sekadar status. Bertobat selalu diikuti dengan fungsi yang kelihatan dalam kehidupan bersama sebagai Gereja. Lukas mencatat pilihan hidup Gereja mula-mula adalah belajar hidup bersama. Mereka mempersatukan diri dengan kuasa kasih Kristus untuk berbagi manfaat setiap pribadi dan tetap membangun pengharapan sehat dalam kehidupan doa yang tekun. Berikut ini yang diungkapkan Lukas:

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, dalam persekutuan, dalam memecahkan roti dan berdoa.

Kisah Para Rasul 2:42 TB2-LAI