Bertobat dan meng-endorse Kristus

Terinspirasi dari Yesaya 40:1-11; Mazmur 85:2-3, 9-14; 2 Petrus 3:8-15a; Markus 1:1-8

Pengalaman pembelajaran iman yang berat sewaktu menjalankan hidup yang tidak mudah karena kesalahan sendiri tidak akan berlangsung selamanya. Kesediaan diri untuk mengakui kesalahan dan memilih jalan yang berguna bagi hidup karena tuntunan hikmat suci akan berujung pada hidup yang baru. Yesaya menggambarkan bagaimana kebaikan bimbingan TUHAN bagi umat-Nya demikian:

Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunnya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya.

Yesaya 40:11 TB2-LAI

Allah tidak pernah semena-mena. Rencana dan bimbingan-Nya berangkat dari keadilan guna membuka jalan-jalan baru bagi umat-Nya supaya mengalami pembaruan hidup. Pemazmur menuliskan karya Allah dalam gambaran puitisnya:

Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan Ia menjejakkan kaki-Nya di jalan itu.

Mazmur 85:14 TB2-LAI

Pengikut Kristus mengimani bahwa pola penyelamatan Allah yang pernah dinyatakan-Nya dalam kehidupan umat Israel dahulu kala ternyata berulang kembali dengan amat kentara melalui kehadiran Yesus Kristus. Kehadiran-Nya bagi segenap manusia untuk menganugerahkan hidup baru lepas dari dosa didahului oleh karya Yohanes Pembaptis yang menyuarakan berita pentingnya bertobat.

Bagi Yohanes Pembaptis, Yesus jauh lebih berkuasa darinya. Jika dia menggugah orang banyak untuk bertobat, yaitu: mengakui kesalahan, kapok dan berkomitmen menjalankan hidup yang baru, maka Yesus adalah Sang Mesias, Kristus, Anak Allah, yang akan mengisi komitmen hidup baru itu menjadi hidup yang menunjukkan buah-buah dari pertobatan. Penginjil Markus mencatat Yohanes Pembaptis berkata:

… “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripada aku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.

Markus 1:7 TB2-LAI

Karya Yohanes Pembaptis menunjukkan dua pesan berharga bagi pengikut Kristus di sepanjang zaman. Pertama, bertobat, mengambil komitmen untuk tidak lagi mengulangi kebodohan dosa. Kedua, meng-endorse Yesus dalam sikap yang rendah hati. Ada upaya serius untuk memperkenalkan Yesus sebagai Anak Allah yang berkuasa dalam mengubahkan hidup dan tatanan dunia ini kepada khalayak.

Photo by Austin Distel on Unsplash

Akan tiba saatnya di mana kuasa kasih Allah di dalam Yesus Kristus dan persekutuan Roh Kudus membarui segenap ciptaan. Pengharapan Kristiani ini digemakan dalam Adven. Tetapi bukan itu saja. Menantikan pembaruan itu, apa yang dikatakan oleh Penulis Surat 2 Petrus amat penting, dia mengatakan:

Tuhan tidak lambat menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelambatan, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

2 Petrus 3:9 TB2-LAI