Jangan kembali kepada kebodohan

Terinspirasi dari Mazmur 85:2-3, 9-14; Hosea 6:1-6; 1 Tesalonika 1:2-10

Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, sungguh, TUHAN hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan.

Mazmur 85:9 TB2-LAI

Demikian diungkapkan Pemazmur sebagai pernyataan iman dan pengharapannya akan pertolongan Allah. Kepedulian-Nya begitu besar bagi umat-Nya. Adalah kehendak Allah, supaya mereka tidak lagi kembali kepada kebodohan dan terjerat dalam hidup yang hampa.

Pemberian diri seseorang kepada Allah dalam upaya mengenal kehendak kasih-Nya jauh lebih baik dari segala pemberian benda-benda mati dalam ritus-ritus yang tidak bermakna. Melalui Hosea, Allah pernah menyatakan demikian:

Sebab Aku menyukai kasih setia dan bukan kurban sembelihan; Aku menyukai pengenalan akan Allah, lebih daripada kurban bakaran.

Hosea 6:6 TB2-LAI

Lalu apa yang membuat seseorang dengan lega menerima Allah dan Firman-Nya? Rasul Paulus mengungkapkan:

… kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

1 Tesalonika 1:8 TB2-LAI