Terinspirasi dari Mazmur 79; Mikha 4:1-5; Wahyu 15:1-8
Pemazmur mengajak umat untuk menyadari bahwa mereka dan orang-orang yang sudah menyakiti umat, semua telah memilih melakukan kejahatan dosa dari pada melakukan kebaikan kasih. Walaupun umat Allah disayangi-Nya, ternyata Allah bertindak tegas terhadap dosa. Siapa pun yang melakukan kejahatan dosa, dididik tegas oleh Allah. Maka umat Allah diajak Pemazmur mengakui sikap abai mereka yang sudah gagal memperkenalkan kuasa kasih Allah melalui kehidupan sehari-hari, yang semestinya dapat diteladani bangsa-bangsa lain. Dengan penuh penyesalan Pemazmur mengajak umat memohon:
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!
Mazmur 79:9 TB2-LAI
Mikha menyampaikan visi suci tentang hidup yang seharusnya dimiliki umat Allah. Yerusalem sebagai kota yang suci, tempat Rumah TUHAN, akan menjadi tempat penanda bahwa TUHAN sebagai hakim yang adil akan mendidik bangsa-bangsa dalam menciptakan kedamaian. Pada saat TUHAN memerintah di hari-hari terakhir, maka:
.. Mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang melawan bangsa lain, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Tetapi, mereka masing-masing akan duduk di bawah pokok anggurnya dan di bawah pohon aranya tanpa ada yang menggentarkan, sebab TUHAN Semesta Alam sendiri yang mengatakannya.
Mikha 4:3b-4 TB2-LAI

Menjadi kerinduan setiap pengikut Kristus bahwa pada akhirnya, nyanyian iman yang termulia adalah nyanyian yang ditujukkan kepada Allah karena karya pendamaian yang ditegakkan-Nya bagi bangsa-bangsa. Kelak para pejuang iman, kasih dan pengharapan akan menyanyikan kemenangan Allah atas segala kejahatan yang merusak dunia ini. Mereka bernyanyi begini:
“Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Maha Kuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan tidak memuliakan nama-Mu? Sebab, Engkau saja yang kudus. Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu”
Wahyu 15:3b-4 TB2-LAI
