Terinspirasi dari Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:1-7, 17-19; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37
Yesaya mengakui bahwa TUHAN begitu peduli pada umat-Nya. Keajaiban-keajaiban ilahi dialami oleh umat-Nya sewaktu membutuhkan pertolongan. Tetapi Yesaya mengaku bahwa kebaikan TUHAN justru sudah ditanggapi dengan sikap tidak tahu diri. Umat sudah memilih apa yang jahat, sehingga mereka mengalami kehancuran karena pilihan bodoh itu. Maka dalam kerinduan untuk menjalani sebuah permulaan yang baru, Yesaya dan umat menyadari kelemahan mereka. Dalam permohonan dan pengharapan mereka berseru:
Akan tetapi, sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kami ini tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.
Yesaya 64:8 TB2-LAI
Permohonan itu didasarkan pada pengakuan bahwa Allah setia dengan kasih-Nya. Jika karena dosa, umat memilih menjauhkan diri dari Allah, maka karena kasih-Nya yang setia, Allah berkenan turun menjangkau manusia supaya tidak melanjutkan pilihan bodohnya.

Gereja pun menyadari kasih setia Allah yang demikian. Di dalam dan melalui Yesus Kristus, Gereja mengalami persekutuan yang membawa damai sejahtera. Allah menjadi seperti Bapa yang meneguhkan anak-anak-Nya menuju kesempurnaan kasih. Kepada Gereja di Korintus, Rasul Paulus menegaskan:
Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.
1 Korintus 1:9 TB2-LAI
Bersama kuasa Roh Kudus, sebagai Tubuh Kristus, Gereja ikut serta mengerjakan pembaruan dunia bersama Allah. Gereja mengimani akan tiba saatnya kekuasaan kasih Allah melalui kepemimpinan Kristus berhasil mengalahkan kuasa-kuasa jahat yang berupaya menghancurkan dunia. Setiap hari menjadi sebuah kesempatan berharga untuk menghasilkan karya kasih terbaik menuju kesempurnaan dalam pandangan Allah. Dalam karya kasih yang seperti seorang penjaga yang berjaga-jaga dengan waspada dan siaga, Gereja selalu mengingat pesan Kristus yang mengatakan:
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Markus 13:31 TB2-LAI
