Terinspirasi dari Mazmur 80:1-8, 18-20; Mikha 2:1-13; Matius 24:15-31
Pemazmur tahu, bahwa TUHAN Allah Semesta Alam, menghadirkan orang-orang pilihan-Nya yang akan memimpin umat dalam pergumulan. Pemazmur menyebut ada satu sosok yang bernama “anak manusia” yang telah Allah jadikan jaya bagi-Nya sendiri. Inilah sosok Mesias, Dia yang diurapi Allah dan menyatakan kuasa kasih Allah dengan sempurna untuk menolong umat yang terancam binasa. Maka dalam kesusahan Pemazmur tetap mengajak umat berseru:
Ya TUHAN, Allah Semesta Alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.
Mazmur 80:20 TB2-LAI
Sedihnya, ada saja orang yang mencari kesenangan di atas kesusahan orang lain. Ketamakan begitu menguasai orang-orang semacam itu. Mikha, nabi Allah menyampaikan sikap kritis dari Allah terhadap ketidakadilan seperti itu. Allah akan membawa orang-orang yang tamak itu kepada sebuah pembelajaran yang berat supaya bertobat. Namun kepada orang-orang yang hidup lurus, Allah berjanji menemani menuju kebebasan yang menyelamatkan. Mikha menggambarkan demikian
Penerobos akan maju di depan mereka; mereka akan menerobos dan berjalan melewati pintu gerbang dan keluar dari situ. Raja mereka akan berjalan terus di depan mereka, TUHAN di kepala barisan mereka!
Mikha 2:13 TB2-LAI

Umat Allah mesti tetap cermat. Sebab dalam keadaan yang tidak mudah akan muncul orang-orang yang mengaku sebagai utusan Allah tetapi sebenarnya bukan. Dalam bagian khotbah-Nya tentang akhir zaman, Yesus mengingatkan supaya setiap orang cekatan dalam memilah dan memilih siapa yang hendak diikuti pada waktu perjuangan hidup melawan ketidakadilan dilakukan. Dia mengatakan:
Pada waktu itu, jika seseorang berkata kepada kamu: Lihatlah, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab, Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mukjizat-mukjizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.
Matius 24:23-24 TB2-LAI
