Hidup tidak selalu mudah

Terinspirasi dari Mazmur 80:1-8, 18-20; Zakharia 14:1-9; 1 Tesalonika 4:1-18

Ada kalanya TUHAN Allah Semesta Alam menghendaki pembelajaran hidup yang tidak mudah bagi umat-Nya. Doa-doa yang dipanjatkan umat serasa tidak dijawab. Kesedihan seolah diabaikan-Nya. Tetapi ketimbang putus asa, lebih baik meratap sambil berharap. Demikianlah Pemazmur mengajak umat berseru kepada-Nya:

Ya Allah Semesta Alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.

Mazmur 80:8 TB2-LAI

Zakharia mengungkapkan visi suci sewaktu umat mengalami ketidakpastian akan nasib Yerusalem. Walaupun perselisihan dan perseteruan terkait kota itu terjadi, TUHAN tidak pernah kehilangan kendali atas semesta. Dengan kedaulatan penuh pada saat-Nya TUHAN akan memimpin semua bangsa untuk hidup dalam kedamaian. Zakharia menuliskan:

TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi. Pada waktu itu, TUHAN itu esa dan esa pula nama-Nya.

Zakharia 14:9 TB2-LAI
Photo by Elena Mozhvilo on Unsplash

Maka dalam mengisi waktu anugerah Allah bersama-sama dengan orang lain, dalam keadaan yang tidak selalu mudah, menilik nasihat Rasul Paulus untuk jemaat Tesalonika dapat menjadi inspirasi berharga:

Anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, mengurus persoalan-persoalan sendiri, dan bekerja dengan tanganmu, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada siapapun.

1 Tesalonika 4:11-12 TB2 LAI