Kristus tetap setia

Terinspirasi dari Mazmur 7; Ester 2:1-18; 2 Timotius 2:8-13

Mengimani Allah sebagai Hakim yang adil, yang akan menindak setiap perilaku kejahatan yang hendak menghancurkan tatanan ciptaan-Nya, akan memberikan penghiburan suci bagi yang percaya kepada-Nya. Setidaknya demikianlah yang dihayati oleh Pemazmur. Dalam ratapan karena ketidakadilan yang sedang dialaminya, Pemazmur mengungkapkan:

Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Maha Tinggi.

Mazmur 7:18 TB2-LAI

Keadilan Allah tampak jelas juga dalam kisah-kisah Alkitab yang menunjukkan keberpihakan-Nya pada kepemimpinan perempuan. Baik laki-laki maupun perempuan, orang biasa maupun raja, semua dapat kesempatan untuk mengadakan perubahan komunitas. Kisah Ester adalah salah satunya. Walaupun tidak ada satu kata pun yang mengungkapkan nama “Allah”, “TUHAN”, “Tuhan”, dalam kitab Ester, tetapi pembaca kisah ini diharapkan dapat membayangkan kuasa yang tidak nampak dari keadilan Allah dalam rangka menyelamatkan umat-Nya Israel melalui peran besar Ester yang berani.

Sewaktu menasihati Timotius, Rasul Paulus mengingatkan Timotius tentang kenyataan keadilan Allah yang sudah membangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Bagi Paulus penderitaan dan kematian Kristus akibat kuasa dosa bukanlah kisah akhir. Dengan kebangkitan-Nya, menjadi nyata bahwa Allah berpihak pada kasih yang mengalahkan kejahatan dosa. Bagi mereka yang percaya kepada Kristus, menderita bersama Kristus, sabar bersama Kristus, akan memerintah bersama-sama dengan Kristus. Bagi yang menyangkali Kristus akan tetap tinggal dalam kejahatan dosa. Tetapi Kristus akan selalu setia dengan kasih-Nya yang berkuasa melenyapkan kuasa dosa. Paulus menegaskan:

jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.

2 Timotius 2:13 TB2-LAI