Dipimpin-Nya untuk peduli

Terinspirasi dari Yehezkiel 34:11-16, 20-24; Mazmur 95:1-7a; Efesus 1:15-23; Matius 25:31-46

Salah satu keunikan umat Israel pada zaman Alkitab adalah penghayatan iman bahwa Allah terlibat aktif memimpin perjalanan hidup mereka secara langsung. Walaupun memiliki pemimpin-pemimpin seperti imam, nabi, hakim dan raja, Allah tetap menjadi pemimpin sejati bagi mereka. Allah menggambarkan diri-Nya dengan berbagai sosok yang mudah dipahami terkait keseharian hidup. Penggambaran diri Allah sebagai gembala adalah salah satunya. Seperti seorang gembala dikenal karena karya kepedulian bagi domba-dombanya, demikian juga Allah berkeputusan untuk: menilik, merawat, menuntun, memelihara umat-Nya. Melalui Yehezkiel Allah pernah bersabda:

Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kuawasi. Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

Yehezkiel 34:16 TB2-LAI

Tentu Allah tetap mempercayakan orang-orang yang dipilih-Nya supaya ikut serta menggembalakan umat-Nya. Daud dan keturunannya acap kali dipercaya untuk memimpin umat-Nya dalam mewujudkan keadilan di tengah potensi keragaman yang dapat dipakai menciderai satu sama lain.

Pengikut Kristus, karena pertolongan Roh hikmat dan wahyu, mengenali bahwa Yesus Kristus yang dibangkitkan Allah, dan yang kini duduk di sebelah kanan Allah di surga, adalah bukti yang paling utama, betapa Allah memimpin langsung perjalanan umat yang percaya demi kebaikan semua bangsa. Sebagai Kepala dari Gereja-Nya, Kristus memenuhi setiap orang percaya melalui kuasa Roh Kudus untuk melanjutkan karya perubahan hidup bagi dunia. Penulis surat Efesus menjelaskan:

Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada gereja sebagai Kepala dari segala yang ada. Gereja yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Efesus 1:22-23 TB2-LAI

Gereja mulai dari dahulu sampai sekarang, mengerjakan apa yang sudah dimulai Yesus Kristus. Perbaikan dunia ini dimulai dari perbaikan sikap hidup. Gereja dipimpin oleh Kristus dan dimampukan oleh Roh Kudus untuk menyatakan kepedulian kepada orang-orang yang membutuhkan pemenuhan kebutuhan utama hidup: yaitu makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, persahabatan. Kepedulian ini menjadi bukti ikut sertanya Gereja memimpin dan menggembalakan manusia bersama Kristus demi tujuan akhir yang baik.

Photo by Jaka Škrlep on Unsplash

Apa yang menjadi motivasi terkuat para pengikut Kristus untuk mengerjakan kepedulian kasih yang nyata pada sesama manusia? Antara lain karena ingat pesan Kristus sebagaimana dicatat penginjil Matius. Kristus yang mengidentifikasikan diri sebagai sosok Raja dalam adegan pemisahan domba dan kambing itu berpesan:

…Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Matius 25:40 TB2-LAI