Terinspirasi dari bacaan Alkitab dalam Mazmur 95:1-7a; Yesaya 44:21-28; Matius 12:46-50
Ungkapan syukur dan terima kasih kepada TUHAN adalah bagian yang selalu kentara dalam hidup Pemazmur. Semua yang diciptakan TUHAN terbukti sudah menjadi daya dukung bagi hidupnya. Sujud sembah dalam bakti ibadah kepada TUHAN menjadi ungkapan kerendahan hati yang ia imani akan membuka pembaruan hidup baginya. Pemazmur mengidentifikasikan dirinya sebagai salah satu “domba” gembalaan Allah. Apa yang diungkapkan oleh Pemazmur ini baik untuk diingat dalam laku bakti, sebelum memulai ibadah apapun:
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.
Mazmur 95:6 TB2-LAI
TUHAN bukan sekadar mencipta. Dia berkuasa mengampuni, memberi kesempatan baru, dan memperbaiki tatanan yang rusak dalam hidup umat-Nya, bahkan dunia. Kepada Yesaya, Dia menyampaikan pesan suci untuk disampaikan pada khalayak. Sebagai umat-Nya, Israel dibentuk-Nya dan dipelihara menuju kebaikan hidup. TUHAN berkuasa menginspirasi orang-orang di luar umat-Nya untuk mendatangkan kebaikan hidup bagi semua. Pada masa itu, Israel terjajah. Kores, Raja Persia, bersedia digerakkan Allah menjadi gembala bagi Israel. TUHAN berkata:
Akulah yang berkata tentang Kores: Dia gembala-Ku. Segala kehendak-Ku akan ia genapi dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakan dasarnya!”
Yesaya 44:28 TB2-LAI
Demikianlah kuasa kasih Allah. Tidak pernah dimaksudkan untuk dinikmati oleh segelintir orang saja. Setiap orang yang terbuka pada Firman Allah akan menjadi hamba-hamba Allah. Mereka menjadi gembala-gembala-Nya yang memimpin banyak orang mengalami kesejahteraan hidup.

Penginjl Matius pernah berkisah bahwa pada suatu kesempatan, Yesus dicari oleh keluarga-Nya. Oleh ibu-Nya dan saudara-saudara kandung-Nya. Mereka ingin berbicara dengan-Nya. Namun jawaban Yesus tidak biasa. Dia memperluas makna “saudara” dan relasi dekat bukan sesempit hubungan darah dan kekeluargaan saja. Yesus berkata:
…”Siapa ibu-Ku? Siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, “Inilah ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!” Sebab, siapa saja yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan, dan ibu-Ku.”
Matius 12:48-50 TB2-LAI
