Terinspirasi dari bacaan Alkitab: Mazmur 95:1-7a; 1 Tawarikh 17:1-15; Wahyu 22:1-9
Pemazmur mengajak umat ingat bahwa Pelindung yang sejati adalah TUHAN. Walaupun ada pengakuan kekuatan kuasa ilah-ilah oleh orang-orang yang ada di sekitar hidup Pemazmur, TUHAN tetap menjadi Raja yang besar di atas mereka semua. Semesta diciptakan-Nya. Bukan hanya mencipta, TUHAN juga memelihara apa yang diciptakan bak seorang gembala menuntun domba-domba gembalaannya. Pemazmur bersaksi:
Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya, kawanan domba tuntunan tangan-Nya.
Mazmur 95:7 TB2-LAI
Tuntunan dan penggembalaan TUHAN bagi umat-Nya hadir melalui karya kepemimpinan hakim-hakim dan raja-raja. Yang paling terkenal adalah Daud. Karena pimpinan Allah, Daud dan keturunannya kelak akan diperlengkapi untuk membangun sebuah relasi yang akrab antara Allah dan umat-Nya. Allah berjanji:
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan darinya seperti yang telah Kujauhkan dari pendahulumu.
1 Tawarikh 17:13 TB2-LAI
Dengan iman kita mengaku bahwa Yesus Kristus sebagai keturunan Daud, telah menghadirkan karya penggembalaan Allah bagi umat-Nya. Sebagai Gembala yang baik, pengorbanan diri demi kebaikan dunia sudah ditempuh-Nya di kayu salib. Seperti Anak Domba yang dipersembahkan karena kasih, bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya terbuka jalan kehidupan yang suci untuk menyembah Allah tanpa ketakutan lagi.

Akan tiba saatnya kebaikan pimpinan Allah nyata sempurna memulihkan alam semesta yang rapuh. Akan tiba saatnya, kebersamaan yang akrab dengan Allah dialami dan kutuk dihapuskan. Yohanes melihat penglihatan suci yang diperlihatkan oleh malaikat kepadanya mengenai pengharapan mulia ini. Yohanes menuliskan:
Tidak akan ada lagi yang terkutuk. Takhta Allah dan Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya.
Wahyu 22:3 TB2-LAI
