Terinspirasi dari bacaan Alkitab Mazmur 63:1-11, Yoel 1:1-14, 1 Tesalonika 3:6-13
Di padang gurun Yehuda Daud bermazmur. Ada yang membuatnya begitu gelisah pada waktu itu. Entah karena Saul menghendaki kematiannya? Atau karena Absalom puteranya yang memberontak dalam amarah kepadanya? Dalam gelisah Daud berserah. Allah saja yang tengah dirindukannya dengan sangat. Bagi Daud, jiwa yang melekat pada kasih setia Allah akan jauh melegakan ketimbang jiwa yang pasrah pada kegelisahan.

Meratap, meraung, berkabung karena suatu peristiwa kemalangan dapat menjadi sebuah tindakan rohani yang perlu. Apalagi jika kemalangan itu terjadi karena sebelumnya sengaja berbuat salah. Yoel Sang Nabi TUHAN menyampaikan didikan yang tegas dari TUHAN bagi para pengabai kebenaran untuk kembali pada TUHAN.
Khususkanlah hari puasa, umumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke Rumah TUHAN, Allahmu, dan berserulah kepada TUHAN.
Yoel 1:14, TB2-LAI
Maka mengutip apa yang Rasul Paulus pernah nasihatkan untuk jemaat Tesalonika:
Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
1 Tesalonika 3:13, TB2-LAI
