Yang melihatnya akan hidup

Terinspirasi dari bacaan Alkitab: Mazmur 128; Bilangan 21:4-9; Ibrani 3:1-6

Berpegang pada standar yang baik saat melakukan pekerjaan akan membuahkan hasil yang baik pula. Prinsip ini berlaku dalam setiap lingkup karya hidup, baik di tempat kerja dan keluarga. Generasi berikut akan mengalami kebahagiaan karena generasi sebelumnya yang telah membangun dasar yang baik dan bermanfaat.

Photo by Aaron Burden on Unsplash

Ketekunan dan kesetiaan untuk berjalan dalam proses perbaikan hidup pasti ada kendalanya. Kebosanan sampai rasa muak dapat saja terjadi. Maka dibutuhkan arahan pandangan yang tetap fokus pada standar yang baik. Jika kesalahan sudah dibuat, adakalanya proses pendisiplinan diri untuk tidak mengulang kesalahan yang sama patut ditempuh. Hukuman dan hadiah adalah cara klasik yang terbukti efektif dalam pembelajaran hidup.

Suatu ketika Israel merasa muak. Mereka harus berproses berjalan bersama Allah dalam perjalanan menuju Kanaan. Gigitan ular berbisa menjadi hukuman yang tegas. Tetapi Allah juga mengaruniakan kesempatan berubah. Dengan cara yang unik untuk mengingatkan betapa malangnya pilihan mereka yang memberontak pada jalan kasih, Allah mengatakan demikian kepada Musa:

… “Buatlah ular tedung dan taruhlah pada sebuah tiang. Setiap orang yang dipagut, tetapi melihatnya, akan tetap hidup.”

Bilangan 21:8, TB2-LAI

Allah setia menemani perubahan hidup yang harus dijalani manusia. Melalui kehadiran Kristus, Anak-Nya, Allah memperlihatkan Kristus yang ditinggikan di atas kayu salib untuk memberikan penyadaran betapa kasih-Nya telah dipandang remeh oleh manusia berdosa. Tetapi bagi setiap orang yang memandang Kristus yang tersalib dan menerima kenyataan kebangkitan-Nya dari antara orang mati di dalam iman, Allah memberi kesempatan baru untuk mengalami hidup yang baru. Kasih-Nya tidak pernah dapat dikalahkan oleh kuasa kejahatan dosa.