Tidak kelihatan tetapi penting

Terinspirasi dari bacaan Alkitab: Kejadian 12:1-4a; Mazmur 121; Roma 4:1-5, 13-17; Yohanes 3:1-17

Walaupun tidak selalu suara batin dapat diimani sebagai suara Allah, namun biasanya setelah membaca kisah suci dalam Alkitab, jika pikiran dan hati terbuka pada wawasan spiritual, ada sebentuk pesan-pesan yang terngiang dalam batin untuk bertindak. Tokoh-tokoh dalam Alkitab dimampukan Allah mendengar pesan spiritual seperti itu. Abraham misalnya. Dia mampu mengimani pesan ilahi dari Allah dan berkenan dibentuk-Nya menjadi sebuah bangsa yang terberkati dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Photo by JuniperPhoton on Unsplash

Dalam pergaulan Abraham bersama dengan Allah, dia dibentuk dan dibimbing pada kehidupan yang benar, baik dan indah dalam pandangan Allah. Tentu ada banyak cara Allah membentuknya. Namun, cara-cara Allah itu tidak berarti apa-apa jika Abraham tidak mengimani dan mengamini setiap sapaan Allah itu. Maka iman, walaupun tidak kelihatan karena ada dalam pikiran dan batin, menjadi daya dorong tindakan yang kuat bagi orang yang percaya. Orang yang beriman menjadi seperti orang yang lahir kembali dalam bentukan ilahi.

Penginjil Yohanes menuturkan adegan percakapan Yesus dengan Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi dari kalangan Farisi. Walaupun tertarik dengan Yesus, Nikodemus agaknya kesulitan untuk menerima bahwa Yesus itu adalah Anak Manusia yang berasal dari Allah sendiri, sebagaimana dijanjikan oleh para nabi sebelumnya. Nikodemus belum sanggup mengimani bahwa kehadiran Yesus Kristus adalah bagian dari tindakan Allah yang sedang membaharui dunia ini. Melalui pengajaran, kematian dan kebangkitan Yesus, Allah sedang memperlihatkan kepada dunia perjanjian yang baru demi keselamatan manusia.

Kristus hadir bukan untuk mempermasalahkan apakah manusia itu sudah benar atau belum di hadapan Allah. Namun yang paling utama ialah, Kristus menjadi jalan bagaimana manusia berdamai dengan Allah. Orang tidak akan pernah dapat memahami dan mengerti makna Taurat dan Kitab Para Nabi kalau tidak membaca dan mengimaninya dari apa yang diajarkan dan dilakukan Kristus bagi dunia ini. Penginjil Yohanes menegaskan apa yang menjadi alasan Kristus berkarya demikian:

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab, Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan supaya dunia diselamatkan melalui Dia.

Yohanes 3:16-17, TB2-LAI