Terinspirasi dari bacaan Alkitab: Mazmur 121; Yesaya 51:1-3; 2 Timotius 1:3-7
Di manapun, TUHAN ada dan berkuasa. Kaki dan tangan yang berkarya dalam iman bahwa TUHAN memelihara dan menjaga akan terberkati. Sampai kapanpun TUHAN ingin manusia selamat. Lalu apakah manusia yakin akan pertolongan dan perlindungan TUHAN yang setia itu?
Suara penghiburan dari Allah mengundang setiap orang yang bersedia untuk mendengar-Nya percaya. Dalam kerapuhan dan kesendirian Allah peduli. Ada pemulihan yang Allah rancangkan bagi setiap orang yang dikasihi-Nya. Sedari awal Allah sudah merancang apa yang baik buat manusia. Maka setiap proses bangkit kembali dari reruntuhan hidup bukan kemustahilan.
Rasanya demikianlah kehidupan rohani. Kehidupan yang memberikan tempat pada ruang gerak roh suci dalam kerapuhan insani. Sehingga apa yang jasmani, terkelola selaras demi terwujudnya kehidupan yang lebih baik.
Adalah seorang bernama Timotius. Seorang kristen muda. Dia mengelola kehidupannya menjadi inspirasi dan pemimpin komunitas orang-orang kristen pertama. Untuknya Paulus, sang “ayah rohaninya” berpesan:
Sebab, Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan penguasaan diri.
2 Timotius 1:7, TB2-LAI
