Sang Pemberi kesempatan kembali

Terinspirasi dari bacaan Alkitab: Mazmur 32; Keluaran 34:1-9, 27-28; Matius 18:10-14

Allah “Sang Pemberi kesempatan kembali”. Barangkali sebutan itu dapat menggambarkan sifat Allah yang Pemurah itu. Allah bukan saja menuntut kesempurnaan hidup manusia, tetapi berkenan menolong manusia yang tidak sempurna demi perubahan hidup bertahap menuju kesempurnaan dalam pandangan-Nya.

Musa yang mendapat kepercayaan Allah untuk memimpin perubahan hidup umat Israel mengenali sifat Maha Pemurah Allah itu. Dalam penyerahan diri penuh, Musa memohon supaya dia dan bangsanya dijadikan milik Allah. Musa berkata:

“Jika aku mendapat kemurahan hati-Mu, ya Tuhan, berjalanlah beserta kami, ya Tuhan. Memang bangsa ini tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami, dan jadikanlah kami milik-Mu.”

Keluaran 34:9, TB2-LAI

Kristus yang hadir untuk menunjukkan kenyataan Allah yang Maha Pemurah dan penuh belas kasihan itu pun menegaskan, bahwa dari pihak Allah, tidak ada sekalipun keinginan untuk membuat manusia hilang dan celaka. Yesus berkata:

..Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki salah seorang dari yang kecil ini hilang.”

Matius 18:14, TB2-LAI
Photo by Agê Barros on Unsplash

Jika Allah terbukti memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mengalami perubahan hidup, mengapa orang masih mengeraskan hati untuk tinggal dalam hidup yang lama?