Kejahatan tidak pernah abadi

Terinsipirasi dari bacaan Alkitab: Mazmur 51, Yunus 3:1-10, Roma 1:1-7

Daud, Sang Raja terkenal di Israel itu sama saja seperti kebanyakan orang. Daud sudah berlaku jahat. Dalam satu kesempatan dia melanggar hukum ke 6, 7, 8, 9, 10. Dia membunuh, berzinah, mencuri, memberi kesaksian palsu dan mengingini hak orang lain. Melalui drama skandal dengan Batsyeba, rentetan pelanggaran hukum itu terjadi.

Namun yang spesial dari Daud jika dibandingkan dengan kebanyakan orang adalah kerendahan hati untuk mengaku salah. Ada kekuatan yang Daud akui lebih besar darinya yang tidak mungkin dapat dia kalahkan, yaitu kekuatan kasih Allah. Daud sadar dia tidak akan pernah dapat menang melawan Allah. Kejahatan tidak pernah abadi berkuasa. Daud mengaku begini:

Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat. Maka Engkau benar dalam keputusan-Mu, bersih dalam penghakiman-Mu.

Mazmur 51:6, TB2-LAI

Jadi perubahan itu selalu mungkin terjadi. Bahkan dari pihak Allah sendiri. Vonis malapetaka kepada kota Niniwe urung dilakukan Allah. Kota itu diberi kesempatan untuk berubah dari tingkah laku jahat. Mereka menerima “hadiah waktu” dari Allah. Segenap penduduk, raja, bahkan binatang, rela membangun kembali hidup mereka dengan arah yang baru.

Ketika Allah melihat apa yang mereka lakukan, bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, menyesallah Allah atas malapetaka yang akan dibuat-Nya terhadap mereka seperti yang telah disampaikan-Nya. Ia pun tidak jadi melakukannya.

Yunus 3:10, TB2-LAI

Maka Injil (kabar baik) dari Allah itu nyata. Bahwa Allah bersedia memberi kesempatan baru demi perubahan baik bagi manusia dan dunia.

Paulus dalam tuturan suratnya bagi Gereja Roma mencermati, bahwa karya Yesus Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya menunjukkan dengan jelas apa makna “Injil dari Allah”. Kabar baiknya: manusia dikasihi Allah. Manusia dipanggil keluar dari hidup yang jahat, dijadikan khusus, kudus menjadi milik Yesus Kristus, bukan milik kejahatan yang tidak pernah abadi.

“A wise man changes his mind, a fool never will.”

Icelandic Proverb