Sedekah, Doa, Puasa

Terinspirasi dari Matius 6:1-6, 16-21

Berderma/ bersedekah, berdoa dan berpuasa adalah tindakan kesalehan yang umum dikerjakan oleh orang-orang kristen di awal gereja terbentuk. Tindakan kesalehan pribadi ini dapat berubah menjadi kesombongan rohani jika sengaja diekspos/ dipamerkan ke publik. Yesus mengingatkan:

.. jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Matius 6:3, TB2-LAI
Photo by Aziz Acharki on Unsplash

Dalam pemahaman Yahudi, seorang yang dianggap dewasa adalah dia yang sanggup “membedakan tangan kanan dan tangan kiri.” Maka nasihat Yesus ini dapat juga dipahami sebagai arahan untuk memberikan sedekah secara dewasa. Tidak seperti anak-anak yang acap minta pengakuan orang lain dan sombong.

Tentang berdoa, Yesus mengajarkan:

..jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu..

Matius 6:6a, TB2-LAI

Karena haikat berdoa adalah berbicara dengan Allah, maka yang patut menyimak doa-doa semestinya Allah saja. Berdoa untuk didengar dan dilihat orang secara sengaja apalagi supaya kelihatan lebih saleh ketimbang orang lain adalah sebuah kemunafikan.

Tentang puasa, Yesus mengajarkan:

.. apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,..

Matius 6:17, TB2-LAI

Berpuasa adalah tindakan memohon belas kasihan Allah. Bukan belas kasihan orang lain. Maka yang patut dilihat orang lain adalah pembawaan dan raut muka yang segar, sabar, bersahabat. Ini dapat terjadi karena hati yang tidak kelihatan itu sedang diperbaiki oleh kuasa suci. Laku puasa membentuk orang semakin rendah hati dan semakin kenal hati Allah yang belas kasihan-Nya agung.