Dia tahu kelemahan kita

Mengakui kelemahan itu berbeda dengan minder. Yang satu sifatnya membangun, yang satu sifatnya merusak. Mengakui bahwa dalam beberapa segi kita memang cenderung buruk bahkan dapat menjadi begitu jahat, adalah langkah awal yang sehat untuk menerima pemulihan yang diberikan Allah. Tidak ada yang tidak dapat dilihat Allah. Dia memahami betapa lemahnya kita. Tetapi Allah tidak hanya melihat kelemahan kita. Dia mencari dan menemukan kita untuk dibangkitkan-Nya dan mengalami hidup yang baru.

Photo by Azmaan Baluch on Unsplash

Mencermati tindakan Allah yang sedemikian, semestinya kita tidak berkecil hati dan minder jika belum mampu melakukan apa yang Allah ajarkan untuk kita hidupi. Ketimbang menjadi minder lalu mengabaikan kesempatan baru yang Allah berikan, lebih baik kita membiarkan Allah menolong kita dalam setiap kelemahan yang ada. Dengan begitu, kita melangkah maju dalam proses pembaharuan hidup.

Indahnya iman Kristen adalah, bahwa bukan kita yang mencari-cari Allah, tetapi Dia yang mencari dan menemukan kita. Bukan kita yang berbangga menunjukkan prestasi kebaikan serta kesalehan demi menggapai kasih-Nya, tetapi Allah yang terlebih dahulu membangun relasi dengan kita melalui kehadiran Kristus. Dalam kerangka yang seperti ini, kita terpanggil selalu peka, terbuka dan mendekat pada uluran tangan kasih-Nya yang memperbaiki dan menyelamatkan hidup kita.

Kami orang berdosa, tetapi Engkau berkenan mengampuni dan menerima kami. Terima kasih ya Allah. Berilah Roh-Mu menguasai kami sehingga bersama Kristus kami selalu berjalan, kembali dalam persekutuan yang utuh dengan-Mu. Amin.