Persekutuan yang intim

Hubungan dengan Allah acap kali digambarkan dengan hubungan perkawinan antara manusia. Ada relasi yang intim dan saling memberikan kebahagiaan satu sama lain. Karena cinta yang berpadu, ikatan janji terjadi dengan sendirinya. Selalu ada kerinduan untuk tetap bersama dalam berbagai kondisi kehidupan.

Photo by Georgy Rudakov on Unsplash

Kristus pernah menggambarkan diri-Nya sebagai mempelai laki-laki. Sedangkan para pengikut-Nya, Dia anggap sebagai mempelai perempuan-Nya. Setelah membuka jalan kepada Bapa melalui karya kasih-Nya di salib dan bukti kemenangan-Nya dalam kebangkitan, para pengikut-Nya kelak pun akan tiba pada kemenangan yang sama. Saat perjumpaan dan persekutuan kembali dengan Kristus itu acap kali digambarkan penuh sukacita seperti sebuah perjamuan kawin. 

Walaupun manusia jatuh ke dalam dosa dan sudah memilih menjauh dari kasih Allah, tetapi Allah berbelaskasihan. Allah mengupayakan persekutuan kembali manusia dengan-Nya terjadi dengan utuh pada saat-Nya kelak. Melalui Kristus, akses untuk kembali bersekutu intim dengan Allah sudah dibuka. Sekarang ini, kita yang percaya dan mengikuti Kristus berjalan menuju kepada perjamuan kasih yang sedang disediakan-Nya. Ada saatnya, dengan kuasa anugerah kasih-Nya kita ada dalam ikatan persekutuan yang akrab dan intim kembali dengan Allah, sepenuh-penuhnya karena karya Kristus dan Roh-Nya.

Terima kasih karena kami tidak dijauhi oleh-Mu, saat kami memilih menjauh. Engkau ya Allah selalu mengulurkan tangan kasih-Mu dan menggenggam kami dalam persekutuan kasih-Mu yang menyambut dan memperlengkapi. Amin.