Bagi Allah tidak ada yang mustahil

Tidak mudah menanggapi kabar yang diterima tiba-tiba. Entah kabar baik atau kabar buruk sama saja. Rasanya tidak siap. Kabar yang tiba-tiba membuat kita putar otak memikirkan apa yang akan terjadi nanti? Bagaimana jika? Nanti kalau begini, terus apa? Sekian banyak pertanyaan segera berhamburan muncul. Bahkan terkadang kita begitu cepat menyimpulkan banyak peristiwa khayalan sebelum kenyataan terjadi.

Photo by Thomas Park on Unsplash

Indahnya, di dalam pengalaman iman, kita selalu diajarkan Allah untuk tidak cepat-cepat menyimpulkan. Setiap peristiwa hidup yang telah lewat dan yang akan datang selalu ada dalam jalinan rencana Allah yang kita imani baik, benar dan indah bagi kita, sesama kita, bahkan dunia ini. Apa yang kita anggap tidak mungkin terjadi, dengan izin Allah dapat terjadi. Apa yang kita yakini berhasil, dengan izin Allah dapat saja gagal.

Kenyataan spiritual ini membentuk kita menjadi pribadi yang bijak dan bajik dalam menanggapi setiap peristiwa hidup yang kita alami. Allah ternyata selalu berkenan mengundang kita bersatu dalam ikatan persekutuan dengan-Nya. Bersama hikmat-Nya, kita menyatakan kasih-Nya bagi dunia ini melalui kehadiran diri kita. Dalam ikatan kasih itu, suka dan duka dalam hidup dipakai Allah demi kebaikan kita dan sesama ciptaan-Nya.

Kami tidak akan cepat-cepat menyimpulkan keadaan ya Allah. Sebab tidak ada yang mustahil bagi-Mu. Bersama-Mu, kami selalu diperlengkapi dengan apa yang kami butuhkan demi penyataan kasih-Mu bagi dunia ini. Terima kasih, ya Allah. Amin.