Mengaku lemah itu tidak jelek

Mengakui kelemahan itu tidak jelek. Dalam kehidupan spiritual, mengakui kelemahan kepada Allah, justru adalah sebuah nilai berharga. Ini menandakan bahwa kita mengakui kekuatan Allah itu jauh lebih besar ketimbang diri kita. Allah itu kekal, kita hanya sementara saja sifatnya. Allah itu perkasa dan kita acap kali rentan mengalami kerapuhan.

Photo by Dulcey Lima on Unsplash

Doa yang benar tidak pernah berjiwa memerintah. Sebab doa sejatinya adalah permohonan. Jika permohonan kita tidak dikabulkan Allah, mesti ada alasan tertentu dari Allah yang tetap misteri. Walaupun begitu, semestinya kita tetap percaya bahwa dalam kehendak dan rencana-Nya, Allah menginginkan apa yang paling baik terjadi dalam hidup kita. 

Jika kita telah tiba pada sikap ini, maka pelan-pelan kita belajar kembali tentang makna beriman dan berpengharapan. Dalam kerangka kasih kita kepada Allah, kesabaran dalam menanti jawaban doa menjadi pilihan yang benar dan bijak. Tidak apa-apa berseru selalu kepada Allah, ketimbang menyerah dan hanya mengandalkan kekuatan kita yang nyatanya memang tidak seberapa. Allah itu akan selalu menjadi yang paling tahu apa yang terbaik buat kita. 

Engkaulah yang paling tahu apa yang terbaik buat kami ya Allah. Kami percaya bahwa setiap seru doa kami, Engkau dengarkan dan jawab sesuai dengan waktu, rencana dan kehendak-Mu yang baik, benar dan indah bagi kami. Amin