Pohon semakin tinggi, semakin mendapat terpaan angin yang kencang. Apapun di dalam dunia ini, yang teguh, kokoh, kuat, pasti menghadapi tantangan yang akan menguji daya kekuatannya. Rasanya ini juga dapat terjadi dalam diri kita. Apa yang kita anggap kekuatan dalam diri kita dapat saja menjadi pintu masuk bagi kelemahan kita. Seseorang yang merasa mahir melakukan suatu hal, dapat saja mengalami kejatuhan karena kemampuannya jika tidak waspada dalam mengelolanya.
Kerendahan hati adalah tolok ukur yang paling utama terkait kehidupan spiritual. Semakin berkualitas kehidupan spiritual kita, semakin kita rendah hati. Dalam kehidupan murid Tuhan Yesus kita mengenal Petrus. Salah seorang dari 12 murid Kristus yang mendapat perhatian khusus karena keteguhan hatinya. Tetapi pun kita mengetahui bahwa Petrus pernah menjadi begitu lemah dalam peristiwa penyangkalannya kepada Yesus. Syukurnya kegagalan Petrus tidak berlangsung lama. Karena kasih dan kerendahan hatinya untuk menerima pemulihan diri yang diberikan Tuhan Yesus dalam peristiwa kebangkitan Yesus, Petrus kembali bangkit dan teguh dalam kesetiaan kepada Kristus.
Jika hari ini kita merasa puas dengan kemampuan yang kita miliki, tidak apa-apa, itu bagus. Sebab kita cakap mengelola apa yang dipercayakan Tuhan bagi kita bukan? Tetapi kita tetap mesti bijaksana dan hati-hati. Sebab apa yang kita anggap kekuatan dan kemampuan kita dapat juga menjadi celah masuk kejatuhan kita, jika kita menjadi tinggi hati dan tidak mempedulikan arahan dan bimbingan yang Allah berikan melalui hikmat firman-Nya bagi kita.
Kalau kami kuat dan mampu, itu karena anugerah-Mu ya Allah. Bimbinglah kami supaya tetap memiliki kehati-hatian untuk tidak terjatuh karena tinggi hati kami. Amin.
