Kasih dan kehidupan

Kita ada karena kasih sayang Allah. Acap kali kehadiran seorang bayi dalam kehidupan keluarga disebut sebagai “buah cinta kasih”. Dengan penghayatan ini, maka kasih itu lebih berharga ketimbang hidup. Sebab karena kasih saja kita dapat hidup. Setelah itu juga penting, yaitu bahwa hidup yang dianugerahkan Allah ini pada gilirannya diisi dengan tindakan kasih. Demikianlah pemaknaan spiritual kita tentang kasih dan kehidupan.

Photo by sydney Rae on Unsplash

Tanpa kasih, hidup kita hanya sekedar bernafas saja. Tanpa kasih, kita menjalankan kehidupan dengan suasana kengerian maut. Mengasihi kadang dapat menjadi begitu sulit dan rumit memang. Ini harus kita akui karena pada dasarnya godaan untuk melakukan dosa akan berlangsung seumur hidup kita. Tetapi, kesempatan untuk berubah selalu diberikan Allah. Dalam kelimpahan anugerah-Nya, kita berproses mengisi hidup bukan dengan suasana kengerian maut, tetapi dengan menjadi pernyataan damai dan sejahtera bagi semua.

Mengasihi dan mengakui iman kita kepada Allah yang sudah mengasihi kita, tidak dapat dilepaskan. Keduanya terkait erat. Jika kita mengaku dengan mulut kita pengakuan iman yang berasal dari hati, maka kita sudah memilih untuk menjadikan kasih sebagai alasan utama kita hidup dan mengisi kehidupan ini. Tanpa kasih, tidak akan pernah ada kebahagiaan, keselamatan dan kesejahteraan.

Terima kasih ya Allah, sebab karena kasih-Mu saja kami ada sekarang ini. Temanilah kami dengan hikmat dan Roh-Mu senantiasa, supaya kehidupan ini kami isi dengan melanjutkan kasih-Mu kepada segenap ciptaan-Mu. Amin.