Negative thinking itu toxic. Tidak ada faedahnya sama sekali. Memang ini beda-beda tipis dengan kewaspadaan. Kalau waspada itu membangun. Tetapi pikiran yang negatif itu ibarat membanjiri ruangan bersih dengan sampah yang kotor. Namun namanya pikiran kadang susah dikendalikan. Acapkali pikiran yang negatif mungkin saja dapat menyambangi kita kapanpun dan dimanapun.
Oleh sebab itu, memang selalu dibutuhkan latihan pengendalian hati dan pikiran. Kehidupan spiritual kita semestinya terdiri dari banyak keyakinan yang baik, positif dan mencerahkan. Bukan hati yang pesimis dan gelap. Kitab suci kita dipenuhi dengan begitu banyak kabar baik yang menegaskan bahwa Allah itu menghendaki apa yang terbaik bagi hidup kita dan dunia ini.
Iman adalah pintu masuk yang jelas bagi kita untuk mengalami kenyataan kabar baik dari Allah. Dengan iman, kita berpengharapan. Hati kita tetap kuat dan teguh untuk tetap berpaut pada hikmat pengajaran kasih Allah. Pada akhirnya dengan pertolongan Roh Kudus, dalam proses yang diberkati-Nya, ungkapan syukur akan lebih banyak terucap, ketimbang gerutu dan prasangka buruk yang menjengkelkan serta membuat pikiran dan hati murung.
Kami percaya Engkau baik ya Allah. Hidup yang kami tempuh ini ada dalam pemeliharaan kasih-Mu. Engkaulah alasan yang tidak terbantahkan dalam setiap pengharapan kami. Amin.
