Doa itu menguatkan

Berdoa berbeda dengan membatin. Sebab membatin itu cenderung menjadi self talk. Sedangkan berdoa adalah spiritual talk. Maksudnya, dengan iman kita percaya bahwa Allah mendengarkan apa yang sedang kita doakan. Berdoa juga bukan sekedar membicarakan apa yang hendak kita utarakan kepada Allah. Dalam kekhusukan dan ketulusan hati, dengan berdoa, pelan-pelan kita mampu mendengar suara Allah yang mengingatkan kita akan Firman yang sudah diucapkan-Nya, yang berkuasa membaharui kehidupan kita.

Photo by Timothy Eberly on Unsplash

Doa yang diikuti dengan perbuatan tindakan iman yang bijaksana dalam mencermati situasi hidup yang berubah-ubah membuat kita berlatih menjadi pribadi yang berjaga-jaga. Maksudnya, bukan saja kita mengandalkan kekuatan logika dan kemampuan pengalaman hidup saja, tetapi juga memiliki hikmat yang jernih sehingga tanggapan kita tidak terburu-buru dan ceroboh. Dalam situasi hidup yang menekan, sikap berjaga-jaga ini penting. Kita cermat untuk memilah dan memilih apa yang akan kita pikirkan, rasakan, katakan dan perbuat.

Pada akhirnya kita harus mengakui, bahwa doa itu berkuasa memberi kekuatan. Ada ketenangan hati dalam diri orang yang berdoa. Ada kejernihan berpikir karena pertolongan kuasa Roh Kudus yang akan membantu kita dalam mendayagunakan segenap potensi diri untuk menghadapi keadaan yang berat sekalipun. Jadi, dalam keadaan apapun dan bagaimanapun, jadilah pribadi yang berjaga-jaga dan berdoa.

Ya Allah bimbinglah kami di jalan yang harus kami tempuh. Dengan hikmat Firman dan Roh-Mu kami akan kuat, sigap dan cermat di dalam memilah dan memilih apa yang kami pikirkan, rasakan dan perbuat hari ini. Amin.