Busana yang indah, tubuh yang molek, gagah, menawan dan sehat, serta berbagai aksesoris yang terlihat mata, tidak dapat menyembunyikan suasana sebenarnya yang ada di hati kita. Apa yang diekspresikan itu, tidak selalu menunjukkan apa yang terjadi di hati. Tentu tidak selalu begitu keadaannya. Ada juga yang memilih menjadi otentik. Utuh dan selaras. Apa yang ada di hati, cocok dengan apa yang diekspresikan melalui penampilan yang kelihatan mata.
Renovasi hati bagi Allah jauh lebih penting ketimbang ekspresi agamawi. Sebab tanpa hati yang betul-betul tersentuh untuk berjalan bersama hikmat Allah, ekspresi keagamaan hanya menjadi pemuas sekejap untuk diri sendiri saja.
Bertobat itu adalah kegiatan yang paling membutuhkan renovasi hati. Ada kesadaran yang tulus untuk memilih jalan yang baru. Ada pengakuan yang sadar bahwa memang Allah itu baik dan Dia menghendaki apa yang terbaik buat setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ada dorongan kekuatan dari Roh-Nya yang kudus.
Kiranya setiap ekspresi keagamaan kita muncul karena hati yang tersentuh dan tergerak oleh kuasa kebaikan kasih Allah. Sehingga setiap pilihan perubahan hidup yang hendak kita tempuh, tidak terarah demi kepuasan diri, tetapi kepada keinginan Allah yang menghendaki kita untuk melanjutkan kasih-Nya kepada sesama ciptaan-Nya.
Kuasailah hati kami dengan Roh-Mu ya Allah. Kami mau memilih jalan, kebenaran dan kehidupan yang Engkau karuniakan. Kami mau diciptakan secara baru di dalam Kristus. Amin.
