Kita adalah makhluk sosial. Pasti ada relasi langsung dan tidak langsung dengan orang lain. Juga dengan makhluk ciptaan Allah yang lainnya. Tidak selalu relasi itu berjalan damai. Adakalanya muncul pertentangan dan permusuhan. Tidak dapat dipungkiri, kondisi batin dan spiritual kita, turut menentukan cara kita mencari solusi bagi permasalahan yang muncul itu.
Sebagai seseorang yang intens berelasi dengan banyak orang, Daud pernah mengalami masalah relasi. Seperti pejabat publik pada umumnya, dia punya lawan politik. Tentu ada orang-orang yang menyerangnya. Ada yang menyerang dengan dasar nilai kritis yang objektif, maupun karena kebencian subjektif dengan maksud melenyapkan dirinya.
Mendapat agresi yang demikian, Daud memutuskan untuk tetap berelasi dengan Allah. Daud meyakini bahwa Allah itu adil dan memahami apa yang menjadi pergumulannya. Ada saatnya Allah memberikan kepadanya cara yang terbaik dalam menanggapi agresi itu dengan bijaksana.
Kita tidak selalu kuat. Tidak semua perkara dapat ditanggung sendirian. Maka jangan sungkan berseru meminta tolong kepada Allah. Di dalam kekuatan kuasa kasih dan hikmat-Nya, kita beroleh kekuatan untuk menanggapi masalah hidup dengan bijaksana.
Apa yang adil dalam pandangan-Mu ya Allah, kiranya dinyatakan kepada setiap orang yang menjalani permasalahan relasi. Kami percaya kuasa kasih dan hikmat-Mu adalah yang paling berkuasa di alam semesta ini. Amin.
