Tidak apa-apa menjadi polos dan naif seperti anak-anak. Kadang hanya dengan posisi seperti itu saja kita dapat menyimak dan menjumpai apa-apa yang sebelumnya tidak kita perhatikan. Sebab bukankah kadang karena pemikiran kita yang begitu ruwet dan berlebih-lebihan acap kali kita kehilangan keindahan yang nyata-nyata terpampang jelas di hadapan kita?
Melalui karya Yesus Kristus, kita mengenal siapa Allah dan bagaimana karya-Nya bagi kita dan dunia ini. Dengan iman dan dalam kerendahan hati kita ditolong Roh Kudus untuk percaya bahwa Allah menghendaki apa yang baik, benar dan indah bagi kita. Dengan mendengarkan Kristus, kita menerima bentukan Allah yang menyelamatkan diri kita. Apa yang Kristus ajarkan dan lakukan membawa kita dalam persekutuan dengan Allah.
Akal budi tidak pernah dapat dipertentangkan dengan iman. Sebagaimana pikiran dan hati kita selalu berkolaborasi, demikian kita mengelola cara kita berpikir dan merasa dalam terang hikmat Allah. Tidak semua hal dapat kita ketahui tentang Allah, tidak selalu kita merasakan kehadiran Allah, tetapi dalam kesederhanaan iman dan keterbukaan hati, melalui Kristus dan pertolongan Roh Kudus, Allah akan menjumpai dan mendekati kita.
Dalam kesahajaan iman kami percaya akan didekati oleh kasih-Mu ya Allah. Anak-Mu, Kristus sudah menunjukkannya dan akan selalu menunjukkannya di sepanjang kehidupan ini melalui kehadiran Firman dan Roh-Mu yang akrab dan dekat. Amin.
