Murah hati

Murah hati itu mahal. Maksudnya, tidak semua orang mau memilihnya. Padahal mampu. Menjadi murah hati memang membutuhkan modal kasih yang besar. Orang yang murah hati adalah orang yang berbelas kasihan dan mau mencermati kebutuhan orang lain, dengan membayangkan “bagaimana jika saya ada di posisinya dia”. 

Photo by Elaine Casap on Unsplash

Kita yang mengikuti Kristus, mengenal Allah Yang Maha Tinggi sebagai Bapa yang baik. Dia adalah Allah yang murah hati. Orang yang berdosa masih diberi kesempatan untuk berubah. Orang yang berseru mohon pertolongan ditolong-Nya. Semua dilakukan-Nya karena belas kasihan. Dia menghendaki supaya dunia ini pulih dari kuasa dosa yang menghancurkan kehidupan. Dia banyak sekali memberi kasih anugerah dan rahmat demi kehidupan.

Sebagai anak-anak Bapa yang sudah beroleh kemurahan hati, Roh Kudus menuntun pikiran dan hati kita untuk terus belajar dari Kristus. Cara-Nya mengampuni orang bersalah, mendoakan musuh, menghadirkan kebaikan di tengah keadaan yang buruk dan bahkan segenap kesediaan-Nya memberi diri demi pernyataan kasih yang menghasilkan damai dan sejahtera bagi dunia. Biarlah dalam sisa hidup ini, kemurahan hati tidak lagi mahal dalam hidup kita.

Ya Allah, Bapa yang murah hati, terima kasih untuk Firman dan Roh-Mu yang hidup di dalam Kristus, sebab melalui-Nya kami tahu dan percaya bahwa murah hati akan mengubahkan hidup kami dan dunia ini. Amin.