Seorang ayah yang mendengar suara tangisan anaknya pasti akan terperanjat waspada. Dia akan segera menjumpai anaknya yang sedang kesusahan untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Demikianlah tindakan cinta. Ada perhatian penuh untuk melindungi, menjaga, mengupayakan apa yang baik bagi kekasih hati.
Sebagai pengikut Kristus kita mengimani Allah sebagai Bapa yang mengasihi kita. Bahkan tidak keliru juga untuk mengimani-Nya sebagai Ibu yang mendekap kita dalam kehangatan rahmat-Nya. Sebagai anak-anak-Nya, kesusahan yang dialami dalam perjalanan hidup kita, tidak pernah kita alami sendirian. Setiap seru dan doa kita didengar dan diketahui Allah.
Mencermati jawaban Allah memang adalah sebuah pengalaman spiritual tersendiri. Acap kali Allah mungkin berbicara melalui “suara-suara” kebaikan yang bijak dalam hati kita. Ada kalanya juga Allah mungkin berbicara melalui peristiwa-peristiwa hidup. Atau mungkin Allah hanya berbicara dalam keheningan.
Kita tidak mendengar apa-apa, tidak mengalami apa-apa yang kita mengerti sebagai jawaban. Tidak apa-apa. Sebab bukankah doa-doa kita itu adalah seruan permohonan dan bukan tuntutan? Dan bukankah kekuatan cinta-Nya itu jauh lebih besar dari apapun yang dapat kita mengerti dan harapkan?
Kami tidak pernah berjalan sendirian ya Allah. Cinta kasih-Mu yang berkuasa itu nyata. Kami percaya Engkau tidak pernah mengabaikan seruan anak-anak-Mu yang bersedia dipelihara oleh dan dalam rahmat-Mu. Amin.
