Kesayangan Allah

Tidak selalu ketidakberdayaan diri membuat orang peka akan kehadiran Allah yang sanggup menolong. Adakalanya keluhan dan tudingan acap kali muncul kepada orang lain manakala kesusahan hidup datang. Atau mungkin tidak kepada orang lain, tetapi malah kepada diri sendiri. Mengasihani diri sendiri. Merasa tidak lagi mampu berbuat apa-apa.

Kedua sikap ekstrim ini besar kemungkinan dapat muncul bila kondisi mental dipenuhi oleh tekanan hidup yang begitu banyak dan berat.

Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Kepada setiap orang yang tidak berdaya karena kejahatan orang lain dan karena struktur sosial yang tidak benar dan tidak adil, Tuhan Yesus menegaskan bahwa mereka tetap dapat berbahagia. Di mata Yesus mereka adalah orang-orang kesayangan Allah. 

Kemiskinan karena ketidakadilan, kelaparan dan kesedihan karena keserakahan orang-orang yang mengabaikan suara Allah, bagi Kristus adalah teriakan heing minta tolong yang segera dicermati-Nya. Dalam Kerajaan Allah yang dihadirkan Kristus, mereka yang tidak berdaya itu akan menjadi target utama anugerah Allah menuju pemulihan hidup.

Jika sekarang ini kita tidak berdaya, teraniaya dan sedih karena kuasa dosa yang merajalela tengah menunjukkan taringnya, tetaplah dengarkan suara Yesus yang lembut namun tegas itu. Berbahagialah, sebab kita menjadi kesayangan Allah yang akan didekap, digendong dan dikuatkan Kristus untuk menerima, tetapi juga mengerjakan apa yang adil dan benar dengan kekuatan kuasa kerajaan kasih Allah yang sedang ditegakkan-Nya di dunia ini. 

Kerajaan kasih-Mu ya Allah, sudah hadir di dunia ini melalui kuasa kepemimpinan Kristus. Biarlah dengan Roh-Mu kami tetap berpengharapan dan menjadi berbahagia untuk ikut serta menunjukkan keberpihakan-Mu pada yang tidak berdaya, teraniaya dan sedih karena kuasa kejahatan dosa. Amin.