Memilah dan memilih pengaruh

Sampai saat ini hidup kita kebanjiran pengaruh. Apa yang kita simak melalui mata dan telinga untuk kemudian biasanya dicerna dalam pikiran dan hati, akan mempengaruhi apa yang kita katakan dan lakukan. Tidak semua dari apa-apa yang sudah mempengaruhi kita berguna. Maksudnya, akibat pengaruh tertentu bisa saja kita malah nyaman untuk menjadi jahat, angkuh dan kehilangan kepedulian kasih kepada sesama.

Photo by Diggity Marketing on Unsplash

Pengajaran kasih dalam kitab suci, berlimpah dengan banyak inspirasi berharga. Kita mengimani ada suara Allah, Pencipta kita, samar-samar terkuak dan terdengar sewaktu kita mencermatinya dengan hati yang ditolong untuk merindukan cinta suci. Dalam perjalanan belajar, mencermati, menghayati, mendengar, menerima inspirasi-inspirasi suci dalam kitab suci, kita telah membuka diri pada banyak pengaruh berguna bagi hidup.

Pasti ada yang sangat mempengaruhi kita begitu besar sampai saat ini. Setiap orang bebas menentukan siapa dan apa yang paling mempengaruhinya. Mudah-mudahan dalam kebebasan itu, kita tetap cermat memilah dan memilih pengaruh-pengaruh yang bukan hanya membuat kita senang dan bahagia sendirian saja, tetapi juga yang membuat kita senang dan berbahagia untuk menjadi kebaikan bagi sesama ciptaan-Nya.

Ya Allah, kami bersedia dipengaruhi oleh kisah kasih-Mu yang berkuasa itu. Engkaulah sumber semua yang baik, benar dan indah dalam hidup ini. Dalam jalan kasih-Mu dan tuntunan nasihat-Mu saja kami akan berbahagia. Amin.