Menemukan kembali jalan pulang bersama-Nya

Kebanggaan seorang guru rasanya bukan semata-mata muncul sewaktu menjumpai nara didiknya itu pintar-pintar dan cerdas saja. Tetapi justru sewaktu berada dalam perjalanan pembelajaran bersamanya, nara didik yang tadinya tidak bisa apa-apa, kini menjadi cakap, mampu bahkan mahir dengan apa yang sudah dipelajarinya selama ini. 

Photo by Online Marketing on Unsplash

Salah satu alasan yang agung mengapa Tuhan Yesus berkarya di dunia ini adalah untuk menolong kita. Kita semua sedang “berobat jalan” untuk “sembuh” dari “penyakit tinggi hati” kita dalam menerima dan menghidupi kasih Allah. Kita ditolong-Nya untuk meremukan kelicikan tipuan kejahatan dan bukan kembali lagi dan lagi terpagut oleh “bisanya”.

Berita Injil-Injil menjelaskan bahwa Yesus Kristus adalah wujud nyata, betapa kerinduan Allah yang terutama, bukanlah untuk memberi hadiah bagi manusia yang saleh dan baik. Sebab tidak ada satupun manusia yang seperti itu. Yang merasa memang banyak, tetapi orang dengan pilihan semacam itu sadar tidak sadar, masih terjangkit “penyakit tinggi hati”, dalam bentuk laten dengan kepalsuan penampilan lahiriah.

Melalui Yesus Kristus, yang Allah sangat rindukan justru berjalan bersama manusia yang memang rapuh, lemah, bodoh soal mengelola keinginan hati dan pikiran. Dengan kekuatan Roh-Nya, Dia memandu kita kepada jalan hidup yang sehat secara spiritual, demi munculnya kembali kasih yang nyata, terbuka dan universal kepada segenap ciptaan. Demi membuka kembali bersama-Nya, Firdaus yang terkunci karena pilihan bodoh kita itu.

Kita rentan tersesat, tetapi Dia mencari, menemukan dan menemani kita untuk kembali. Walau mungkin, sewaktu kembali pada jalan cinta kasih-Nya, kita mesti merangkak dengan lebam-lebam luka bersama-Nya sekalipun. Dia merindukan kita mengalami kehidupan yang benar-benar hidup. Yang abadi. Kembali menikmati suasana serumah dengan Sang Bapa, seperti pada awalnya.

Kami di sini ya Kristus, mendengar panggilan-Mu untuk kembali. Temani dan ajari kami selalu jalan yang menuju pada kehidupan itu. Kami percaya dan bersedia mengikuti-Mu. Amin.